KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal memperbaharui alat perekam pajak yang dinilai kurang efektif dalam menyetorkan laporan pajak.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan bahwa pembaharuan tersebut perlu dilakukan dalam rangka mengoptimalisasi pendapatan daerah di Kota Kendari.
Termasuk penggunaan sistem teknologi informasi terkait dengan pembayaran pajak dapat terintegrasi dengan sistem perbankan yang ada di Bank Sultra selaku Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Kendari.
“Kita mendorong alat perekaman itu diupdate di buat yang baru agar tidak ketinggalan zaman,” katanya.
Ia membeberkan, saat ini pihaknya sementara mengembangkan sistem operasi pemerintahan daerah yang didalamnya termasuk dengan penatausahaan keuangan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Kendari, Satria Damayanti mengatakan bahwa selama ini pihaknya sudah menempatkan alat perekam pajak, baik itu di rumah makan, restoran, hotel, maupun tempat hiburan.
Kata dia, hingga saat ini terdapat 403 alat perekam pajak yang tersebar di Kota Kendari seperti hotel, restoran dan rumah makan sebagai wajib pajak.
Namun, dalam prkatiknya ada beberapa wajib pajak yang tidak tertib dalam penggunaan alat perekam pajak ini, baik itu untuk menginput maupun pelaporan data.
“Kami evaluasi terhadap penggunaan alat itu, karena ada beberapa wajib pajak tidak tertib menginput dan melakukan pelaporan data. Sehingga didalam status alat perekam itu, akan merubah alat itu,” katanya, Selasa (15/11/2022).
“Setelah dilakukan evaluasi ternyata ada kelemahan dari sisi penginputan data,” tambahnya.
Lanjut ia menyampaikan, bahwa selama ini dalam status alat perekam pajak terdapat tiga hal yakni, offline, kritikal dan warning. Adapun Pembaruan yang akan dilakukan yakni jenis pelaporannya.
Dimana nantinya bukan lagi dalam bentuk harian tetapi berdasarkan berapa banyak transaksi yang diinput sejak buka hingga tutupnya pelayanan.
“Itulah yang akan coba diubah agar mengetahui wajib pajak mana yang menginput dan tidak,” tutupnya. (**)
Comment