Pemerintah Perlu Kerja Ekstra Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi

EDISIINDONESIA.id – Perlambatan ekonomi global di tahun 2023 diyakini akan turut dirasakan Indonesia meski potensi resesinya kecil.

Maka dari itu, agar pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa mencapai 5,3 persen, pemerintah harus kerja ekstra tahun depan.

“Dari sisi demand turun, dan produktivitas sektor ekonomi masih akan ada tantangan yang cukup tinggi, sehingga untuk bisa tumbuh solid 5% masih perlu kerja ekstra dari pemerintah,” ujar ahli ekonomi Joshua Pardede kepada wartawan, Selasa (8/11).

Demand yang dimaksud adalah menurunnya ekspor karena permintaan mitra dagang utama, yaitu AS dan Eropa ikut menurun. Sektor industri juga mulai merasakan dampaknya, misalnya sektor tekstil, maupun sektor yang bahan bakunya impor maupun berorientasi ekspor.

Beberapa waktu lalu juga ramai disebut industri tekstil melakukan PHK massal. Menurut Joshua, tingkat pengangguran saat ini jauh lebih rendah dibanding saat awal pandemi.

“Bukan berarti jika resesi global produktivitasnya berhenti. Mungkin akan menurun, tetapi tidak mengkhawatirkan seperti saat pandemi,” tandasnya. (edisi/rmol)

Comment