KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Ketua Fast Respon Nusantara Agus Flores.SH.MH tiba di Kendari Kamis, kemarin. Ia dijemput rombongan pengurus FRN Sultra, dari bandara Haluoleo Kendari menuju Hotel Claro tempat Ketua FRN bermalam.
Dalam perjalanan menuju Kendari, sejumlah teman wartawan Kendari tidak menyia-nyiakan waktu langsung memewancarai Ketua Umum FRN Agus Flores.
Agus Flores sendiri yang ‘ ditodong’ pertanyaan tidak menyia-nyiakan kesempatannya langsung juga melahap semua pertanyaan yang diajukan wartawan.
Menurut Agus, potensi Sultra yang demikian besarnya membutuhkan kehadiran organisasi seperti Fast Respon Nusantara. “ Organisasi FRN cabang Sultra harus terbentuk di Sulawesi Tenggara. Itu juga yang menjadi misi saya datang ke Sultra, ” ucap pria nyentrik berambut kuncir tanpa sungkan -sungkan .
Lebih jauh pria macho itu mengatakan kedatangannya di Kendari, Sulawesi Tenggara adalah multitugas dari Fast Respon Nusantara (FRN). “ Selain pengawasan terhadap minerba pertambangan dan soal penyalagunaan BBM Subsidi dimana ada tambang pasti ada dugaan penggunaan BBM subsidi, “ucapnya menambahkan Jadi ketika ada tambang disitulah kita bisa melihat analisa dugaan penggunaan BBM Subsidi.
Menurut dia, kita sudah ketahui bersama bahwa wilayah Sulawesi Tenggara merupakan wilayah pertambangan ore nikel dan batuan. Sama dengan Kalimantan.
“Karena daerah -daerah Sultra dan Kalimantan adalah daerah tambang, sehingga menjadi target dan pengawasan dari FRN termasuk FRN Sultra,” jelasnya.
Dan tujuan kedua kedatangan Ketua FRN Pusat ke Sultra adalah soal Informasi bahwa Polda Sultra sudah melakukan penyitaan alat berat excavator sebanyak 28 unit. Nah FRN ketika mendengar informasi kita segera datang cepat ke Sultra untuk mengawal, ” imbuhnya.
Soal penyitaan alat berat excavator sebanyak 28 unit inilah yang akan kita kawal. Malah Mabes Polri sudah
Maka terkait penangkapan alat berat ini kita akan kawal, dan sebelumnya kan mabes polri sudah tersangkakan beberapa orang terkait dengan 28 alat berat ini.
Malah, kata Agus Flores mungkin belum banyak orang yang tahu bahwa dalam kasus 28 alat berat excavaor terdapat dugaan penggelapan pajak. “Karena alat berat ini digunakan di area pertambangan sehingga banyak pengusaha di sini yang tidak patuh membayar pajak,” jelas Agus Flores.
“Soal adanya penggelapan pajak inilah yang kami kejar bersamaan dengan alat berat yang 28 unit, ‘ujarnya.
Tanpa sungkan-sungkah, Ketua FRN Agus Flores menjelaskan, perlu teman-teman ketahui sebenarnya saya dengan RI 1 itu sudah menyampaikan soal program kita sekarang ini. “Soal BBM bersubsidi yang digunakan di pertambangan, soal ilegal mining, pertambangan yang bermasalah. Itu semua sudah kami sampaikan ke RI 1, ” paparnya.
Menurut Agus, informasi jumlah tambang di Sultra ada sekitar 600 an. Padahal yang terdaftar hanya beberapa tambang saja. Selisih jumlah tambang yang beroperasi di Sultra dengan jumlah yang terdaftar itu menjadi perhatian serius buat Fast Respon.
Agus juga membahas soal banyaknya oknum aparat yang nakal yang membackup tambang-tambang illegal. “Itu juga menjadi atensi kita bersama untuk kita awasi dan apabila kita temukan kita sikat habis tanpa pandang bulu, “tegas Agus penuh optimis bahwa misinya akan berhasil.
“Jadi mari berkomitmen bila ada oknum aparat yang terlibat kita sikat aja, sikat habis, oleh itu pihak teman-teman dari Sultra harus komitmen sikat habis bila ada oknum bermain, ” harapnya.
Menurut dia, kita memang loyal kepada Polri tapi apa yang menjadi Presisi sesuai yang dikembangkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit, kita programkan juga di fast respon, sehingga bukan berarti kita membela yang oknum loyal. Tapi kita lebih menjaga martabat Polri agar profesional lebih dihargai.
“Jadi sekali lagi saya tekankan kepada teman-teman FRN DPW Sultra kalau ada oknum-oknum aparat terlibat kita sikat, begitupun yang terlibat dalam 303, BBM Ilegal, dan Backup Tambang, kita sikat semua,” kata Ketum DPP FRN Agus Flores.
“Harapan saya agar kepengurusan DPW FRN Sultra segera terbentuk dan dikukuhkan, “tutup Agus Flores sapaan akrabnya. (**)
Comment