KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Wakil ketau komisi III DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Aksan Jaya Putra (AJP) meminta pemerintah Konawe Utara mengambil sikap yang tegas terhadap PT Manunggal Sarana Surya Pratama (PT MSSP).
Politisi Partai Golkar ini, menyebut aktivitas perusahan tambang yang di akibatkan PT. MSSP sangat tidak manusiawi, pasalnya apa yang di lakukan itu akan merusak generasi penerus bangsa karean tempat mereka menuntut ilmu di rusak oleh segelintir orang, yang hanya meraut keuntungan semata, sementara dia tidak melihat dampak yang akan ditimbulkan terhadap generasi bangsa maupun warag setempat.
“Akibat banjir lumpur yang mengakibatkan aktivitas pertambangan di desa Boenaga mengakibatkan kerugian materil, bahkan fasilitas sekolah pun ikut terdampak banjir lumpur,” kata AJP, sapaan akrabnya Aksan Jaya Putra.
AJP menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kanawe Utara (Konut) mau pun DLH Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan yang merugikan banyak orng tersebut,
“DLH harus turun memastikan kembali bendungan dan sedimenpol yang dimiliki perusahaan, harus segerah dilakukan perbaikan,” tandas AJP.
AJP mengakui jika apa yang di timbulkan perusahaan yang merusak sekolah akibat aktivitas tembang meras perhatin, sebab dengan adanya bencana yang ditimbulkan ini, akan bertambak besar terhadap pemukiman warga setempat,
Bahkan kata AJP, jika perbaikan lambak yang di rasakan warga di sana, tidak segerah di perbaiki Ia akan mendesak pemerintah Kabupatren Konawe Utara dan Sultra untuk mengajukan ke Dirjan Mineba pemberhentian sementara terhadap aktivitas tambang di wilayah tersebut,
“Kalau ini tidak di evaluasi akan terjadi terus menerus setiap tahunnya jika terjadi hujan, Inspektur tambang juga harus turun melihat apa yang terjadi, Pemkab Konut dan Provinsi Sultra bisa ajukan ke Dirjen Minerba untuk di evaluasi ulang seluruh aktivitas tambang yang ada di wilayah tersebut,”tandas AJP. (**)
Comment