Tiga Ribu Calon Jemaah Haji Berisiko Tinggi Dibekali Gelang Pintar, Ini Cara Kerjanya!

CEK KELENGKAPAN: Petugas memberiksa dokumen calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 di Asrama haji Pondok gede, Jakarta, kemarin (3/6). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

EDISIINDONESIA.com – Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana mengatakan, terdapat 3.000 orang calon jemaah haji masuk dalam kategori risiko tinggi (Risti) dan akan dipakaikan gelang pintar bernama Wristband.

Untuk keberangkatan Kloter pertama Embarkasi Jakarta, Wristband diberikan kepada 12 calon jemaah risti atau dengan riwayat penyakit.

“Dari 100.051 calon haji, 3 ribu jemaah yang ristinya berat yang akan dipasangkan wristband. Di kloter sekarang ada 12 orang yang dipasangkan wristband,” jelas dr. Budi dalam keterangan resmi Kemenkes, Minggu (5/6).

Wristband berbentuk seperti smartwatch, dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jamaah haji. Pada wristband terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah.

Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan Tele Petugas secara otomatis. Pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respons,” katanya.

Calon Jemaah Haji dilepas secara resmi oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU). Keberangkatan kloter pertama ini sekaligus menandai dimulainya Masa Operasional Haji Indonesia 1443H/2022M.

Dalam kesempatan tersebut Dirjen PHU Hilman Latief meminta jemaah untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama proses keberangkatan menuju Tanah Suci.

“Jamaah harus jaga disiplin protokol kesehatan serta mematuhi peraturan di Arab Saudi. Ingat slogan kita Mabrur, Sehat, Barokah,” jelasnya. (**)

Sumber: Jawa Pos

Comment