KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat per April 2022 sebanyak 96 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menyerang sejumlah masyarakat di daerah tersebut.
Tidak hanya itu, bahkan Dinkes Kendari juga menyebut adanya satu orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue tersebut.
“Yang meninggal ini orang dewasa, dari BTN II Kelurahan Bonggoeya,” kata Kepala Dinkes Kota Kendari, Rahminingrum, Jumat (29/04/2022).
Dia menyebut, kasus DBD di kota itu tersebar di delapan kecamatan di antaranya Kecamatan Kendari tujuh kasus, Kendari Barar 16, Puuwatu 15, Mandonga dua, Kadia 12, Wua-wua 17, Baruga 17, dan Kecamatan Poasia 10 kasus.
Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan setempat mencatat, kasus DBD selama 2022 mulai meningkat.
Pasalnya, dibanding data kasus DBD selama Januari hingga April 2021 sebelumnya tercatat hanya 93 kasus, sedangkan di periode yang sama Januari hingga April 2022 kasus DBD naik menjadi 96.
Rahmingrum mengatakan, pada musim penghujan penyakit DBD bisa saja meningkat. Oleh karena itu, ia meminta warga Kota Kendari agar memperhatikan kebersihan lingkungan sekitarnya.
Tidak hanya itu, pihaknya bersama puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Kendari juga kerap memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat terkait bahaya nyamuk aedes aghypti.
“Musim penghujan ini sering-sering membersihkan lingkungan masing-masing. Upayakan tidak ada satupun jentik nyamuk dirumah kita, disekeliling kita. Artinya, kalaupun ada kasus DBD kalau tidak ada jentik nyamuk, tidak ada nyamuknya, ya tidak akan terjadi proses penularan, itu yang harus dijaga, pemberantasan sarang nyamuknya,” tuturnya. (**)
Comment