Demo di DPRD Sultra Ricuh, Seorang Pedagang Kena Ledakan Gas Air Mata

Rina yang merupakan seorang pedagang kaki lima (PKL) meringis kesakitan akibat terkena ledakan gas air mata. (Foto: Andri Sutrisno/EI)

KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Aksi demonstrasi mahasiswa terkait penolakan atas wacana penundaan Pemilu, menolak kenaikan harga sembako, BBM dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir ricuh, Senin (11/4/2022).

Akibat kericuhan tersebut, seorang warga yang merupakan pedagang kaki lima (PKL) sekitar pelataran eks MTQ bernama Rina yang merupakan seorang pedagang kaki lima (PKL) terkena ledakan gas air mata.

Salah satu keluarga korban bernama Lusi menjelaskan, saat kejadian keluarganya tengah melayani pembeli. Gas air mata yang ditembakkan oleh pihak Kepolisian, jatuh tepat mengenai kaki korban.

“Saat dia layani pembeli tiba-tiba salah satu polisi menembakan gas air mata dan mengenai kakinya menantu saya. Selain kakinya ia juga merasakan sakit pada matanya akibat seragam gas air mata,” ujarnya.

Akibat tembakan tersebut lanjut Lusi, mengakibatkan kaki pada korban memar dan korban pun meringis kesakitan hingga nyaris pingsan.

“Anak menantu saya kakinya langsung bengkak merasa kesakitan hingga tidak bisa berjalan,” tuturnya.

Saat ini, korban telah menjalani perawatan medis dan di bawa ke RS Bayangkara Kendari. (**)

Comment