MUNA, EDISIINDONESIA. com – Jalan penghubung Kecamatan Tongkuno Selatan (Tongsel) dan Kecamatan Bone, Kabupaten Muna, tepatnya bagian barat Desa Wale Ale – Matombura kondisinya rusak parah.
Sepanjang kurang lebih 3 kilometer, akses jalan itu terasa sulit dilalui kendaraan. Medan jalan yang penuh batu cadas menonjol tajam tersebut tentu sangat dikeluhkan oleh warga setempat.
Belum lagi bila musim penghujan, jangankan roda empat, kendaraan roda dua pun angkat bendera putih jika akan melalui jalan ini. Kondisinya mirip kubangan sapi.
Seorang warga Wale Ale mengeluhkan hal tersebut. Menurut dia, jalan Wale Ale-Matombura itu terakhir diaspal ditahun 1991 silam. Hingga kini, belum ada sentuhan dari pemerintah untuk memberikan perhatian khusus bagi infrastruktur diwilayahnya.
“Kami warga Wale Ale sedih. Wilayah kami terkesan dianak tirikan. Terakhir diaspal pada tahun 1991 silam. Bingung mau mengadu dimana, hanya dijanji-janji ketika tiba momentum politik,” ungkapnya, Kamis (17/2/2022).
Pemuda yang tidak mau namanya dipublish ini, hanya bisa berharap Pemda Muna tersentuh nuraninya agar tahun ini mengerjakan pembangunan jalan diwilayahnya. Sehingga warga masyarakat tidak kesulitan ketika ingin menggunakan jalur tersebut.
“Apalagi desa Wale Ale ini adalah salah satu desa budaya di Muna. Seharusnya perhatian Pemda juga mesti lebih. Bukan malah terkesan terabaikan begitu saja. Kasian kami warga, begitu menderita selama puluhan tahun melewati jalan rusak ini.” pungkasnya.
Dia menambahkan, selain itu jalan rusak juga menimpa bagian selatan Wale Ale yakni yang menghubungkan Kabupaten Muna dan Buton Tengah (Buteng).
Senada, salah seorang ibu rumah tangga warga Tongsel, turut merasakan penderitaan ketika melewati jalan rusak parah itu.
“Sakit badan-badanku pak, makanya saya kadang berputar di Desa Oelongko, untuk menghindari jalan tersebut. Batu cadasnya menonjol tajam. Kasian kalau warga yang sehari-harinya kendaraan melintas. Apalagi yang bersentuhan dengan kepentingan ekonomi.” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DRPD Muna, Murida yang dikonfirmasi perihal keluhan warga tersebut, mengaku telah menyampaikan kondisi jalan rusak Wale Ale – Matombura ke Pemda Muna melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU)
“Pada rapat pembahasan bersama dinas terkait, saya sudah sampaikan ke Kadis PU Muna Eddy Uga sebelum menjabat Sekretaris Daerah (Sekda), agar jalan diwilayah itu diberi perhatian khusus, karena memang kondisinya sangat parah. Saya juga sudah rasakan jalan disana (Wale Ale-Matombura). Alhamdulillah saat itu beliau juga menyahuti. Semoga pengganti beliau ini menindak lanjuti, ” terangnya, Kamis (17/2/2022).
Sekretaris Komisi III ini mendesak Pemda Muna merealisasikan hal itu melalui dana PEN Muna, “Sangat memprihatinkan memang jalan tersebut. desa Wale Ale ini adalah salah satu desa budaya di Kabupaten Muna,” ungkapnya.
“Olehnya itu, alangkah eloknya kalau akses jalan desa budaya ini diperbaiki. Selain mengobati penderitaan warga akan jalan itu, juga untuk memudahkan para pengunjung, yang akan melakukan kunjungan di desa tersebut, ketika ingin menggali potensi budaya lokal kita. ” tandas Murida. (**)
Penulis: Andik
Comment