Demo Tolak Putra Gubernur Pimpim HIMPI Sultra Berakhir Ricuh

Demonstrasi menolak putra Gubernur Sultra Ali Mazi menjadi ketua HIPMI Sultra berakhir ricuh. (Foto: dok. Istimewa)

EDISIINDONESIA.com – Aksi demonstrasi menolak putra Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menjadi ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra berakhir ricuh.

Aksi tersebut digelar di depan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Kamis (10/2/2022) sekira pukul 11.40 WITA.

Kericuhan bermula ketika masa aksi yang akan membakar sebuah ban dihalang-halangi oleh petugas Kepolisian dan Satpol PP yang berada di lokasi demo.

Koordinator Lapangan (Korlap), Wawan Soniangkano mengatakan demostrasi yang dilakukan oleh Solidaritas Pemuda Sultra (SPS), dilandasi karena pihaknya menduga ada keterlibatan Gubernur Ali Mazi dalam pemilihan Ketua HIPMI Sultra.

“Hari ini dia (Ali Mazi) mencoba menggiring kembali anaknya di HIPMI. Jadi saya mau sampaikan seperti ini, anak seusia Alfin tidak layak memimpin HIPMI,” ujarnya Wawan.

Ia juga mempertanyakan mengenai alasan anak dari Gubernur Sultra itu menjadi kandidat tunggal atau menjadi satu-satunya calon yang dinyatakan lolos berkas.

“Masih banyak kader-kader dan pemuda yang mempunyai potensi, serta paham organisasi untuk menahkodai HIPMI Sultra,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, dikarenakan ia putera seorang Gubernur, menjadikan dia seenaknya memasukan dan mengambil alih beberapa organisasi kepemudaan di Sultra.

“Khawatirnya, organisasi-organisasi itu vakum apalagi dipimpin oleh yang dinilai tak memiliki pengalaman organisasi. Kami menolak Alfin memimpin HIPMI Sultra,” pungkasnya. (**)

Reporter: Andri Sutrisno

Comment