Permintaan Maaf Edy Mulyadi Dinilai Sudah Terlambat

EDISIINDONESIA.com – Pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan sebagai tempat jin membuang anak berbuntut panjang. Dia dikecam dan dipolisikan karena dianggap menghina masyarakat Kalimantan.

Usai mendapat banyak kecaman karena ucapannya itu, Edy Mulyadi pun meminta maaf.

Namun, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Mahyudin menyebutkan permintaan maaf Edy Mulyadi tersebut sudah terlambat.

Pasalnya, semua ormas dan kepala adat di Kalimantan sudah memutuskan untuk memproses Edy Mulyadi ke ranah hukum.

“Dengan begitu Edy Mulyadi tetap akan dipores hukum,” kata Muhyiddin dalam keterangannya dikutip dari PojokSatu.id, Selasa (25/1/2021).

Senator asal Kalimantan itu juga menilai, minta maaf Edy Mulyadi tidak tulus.

“Saya lihat minta maafnya di sosial media (sosmed) permintaan maafnya tidak tulus. Ya sudahlah kita presos hukum saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi meminta maaf kepada masyarakat terkait pernyataannya soal ‘Kalimantan tempat jin buang anak’.

“Saya mohon maaf telah menyebabkan teman-teman di Kalimantan tersinggung dan marah,” ujar Edy dalam keterangan resmi, Senin (24/1/2022).

Edy juga mengirimkan video klarifikasinya terkait ucapannya tersebut.

Dalam video yang dimuat di kanal Bang Edy Channel itu, mantan caleg PKS di Pemilu 2019 itu

Katanya, istilah itu adalah hal biasa untuk menggambarkan tempat yang jauh.

“Di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat yang jauh,” kata dia.

“Monas itu dulu tempat jin buang anak, BSD, Bumi Serpong Damai, itu tahun 80-90-an itu tempat jin buang anak, jadi istilah biasa,” sambung Edy.

Ia mengatakan, pernyataannya itu tidak ada unsur menghina Kalimantan.

“Tempat jin buang anak buat kami, hanya menggambarkan tempat jauh. Enggak ada kaitannya prestensi merendahkan, menghina,” ujarnya. (Pojoksatu)

Comment