EDISIINDONESIA.id — Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memberikan klarifikasi menyusul pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut beberapa orang “saking pintarnya jadi goblok”. Pernyataan itu, kata Pigai, sama sekali bukan ditujukan kepada seluruh pakar.
Pidato Prabowo disampaikan saat peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional di Jakarta International Convention Center, Sabtu (19/9/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menyindir para kritikus yang dinilai tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
“Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok.”
Pigai menegaskan, pernyataan tersebut mengarah pada fenomena post-truth kondisi ketika kebenaran diabaikan dan digantikan narasi yang tidak sesuai fakta.
“Ini hanya post-truth saja yang Pak Prabowo bilang. Tidak semua. Post-truth itu orang yang ramai-ramai membungkam kebenaran, mematikan kebenaran, tidak mau mengakui kebenaran, lalu menciptakan kebohongan,” ujar Pigai, Selasa (22/9/2026).
Justru mereka yang memperluas makna pernyataan itulah yang melakukan generalisasi, tegasnya.
“Yang generalisir siapa? Mereka yang generalisir. Mereka pemain media sosial yang seolah-olah itu untuk semua pakar. Padahal hanya pelaku post-truth saja.”
Pigai mengajak para pakar tetap memberikan penilaian secara objektif mengakui hal-hal positif sebelum menyampaikan kritik. Ia mencontohkan program makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis yang dirasakan langsung masyarakat.
“Jangan meniadakan kebaikan pemerintah. Sampaikan kebaikan-kebaikan terlebih dahulu. Baru kalau ada manajemen yang kurang, boleh dikritisi. Tidak masalah.”
Bahkan, kritik yang meminta pergantian pejabat sekalipun tetap sah sebagai bagian dari ruang evaluasi.
“Sampai disuruh menterinya turun tidak apa-apa. Saya disuruh turun juga tidak masalah. Tapi rakyat harus dikasih optimisme, bukan pesimisme,” tegas Pigai.
Intinya, pakar yang sejati menilai secara seimbang menampakkan kebaikan, lalu menyampaikan kekurangan dengan jujur dan membangun.(edisi/fajar)
Comment