EDISIINDONESIA.id – Prancis akan menghadapi Inggris dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Pertandingan tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama harus mengubur ambisi tampil pada final Piala Dunia 2026. Prancis disingkirkan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan Inggris menyerah 1-2 dari juara bertahan Argentina.
Meski bukan pertandingan yang diinginkan kedua tim, Prancis dan Inggris tetap membawa sejumlah kepentingan. Les Bleus berusaha memberikan perpisahan manis kepada Didier Deschamps, sementara Inggris memburu pencapaian terbaik kedua mereka sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pertandingan melawan Inggris akan menjadi penampilan terakhir Deschamps sebagai pelatih Prancis. Juru taktik berusia 57 tahun tersebut mengakhiri masa pengabdiannya setelah membawa Les Bleus menjadi juara dunia 2018 dan finalis Piala Dunia 2022.
Kekalahan dari Spanyol membuat Prancis gagal mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tim asuhan Luis de la Fuente menyingkirkan Prancis melalui penalti Mikel Oyarzabal dan gol Pedro Porro.
Prancis hanya mencatatkan peluang gol yang minim sepanjang pertandingan semifinal. Pendekatan taktis Deschamps juga mendapat kritik karena Kylian Mbappe dan rekan-rekannya kesulitan membongkar pertahanan Spanyol.
Deschamps kini berupaya membawa Prancis meraih peringkat ketiga untuk ketiga kalinya. Les Bleus sebelumnya memenangi perebutan tempat ketiga pada 1958 dan 1986, tetapi kalah dari Polandia pada edisi 1982.
Motivasi tambahan juga dimiliki Mbappe. Penyerang Real Madrid tersebut masih bersaing dalam perebutan Sepatu Emas setelah mengoleksi delapan gol, sama dengan kapten Argentina Lionel Messi.
Messi untuk sementara berada di posisi teratas karena mencatatkan empat umpan gol, satu lebih banyak daripada Mbappe. Kemenangan sekaligus tambahan gol akan menjadi penutup ideal bagi Prancis dan Deschamps.
Inggris datang ke Miami setelah gagal mempertahankan keunggulan atas Argentina. Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul pada menit ke-55, sebelum Argentina berbalik menang lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Kedua gol Argentina berasal dari umpan Lionel Messi. Kekalahan tersebut kembali menimbulkan kritik terhadap keputusan Thomas Tuchel yang menerapkan pendekatan lebih bertahan setelah Inggris unggul.
Inggris mengalami situasi serupa pada semifinal Piala Dunia 2018. Saat itu, mereka mencetak gol lebih dahulu sebelum kalah 1-2 dari Kroasia melalui perpanjangan waktu.
The Three Lions juga belum pernah memenangi pertandingan perebutan tempat ketiga. Inggris kalah 1-2 dari Italia pada 1990 dan menyerah 0-2 kepada Belgia pada 2018.
Namun, kemenangan atas Prancis akan membawa Inggris finis di posisi ketiga. Hasil itu menjadi pencapaian terbaik kedua mereka setelah menjadi juara Piala Dunia 1966.
Catatan pertemuan kedua tim tidak sepenuhnya memihak Inggris. Harry Kane dan kawan-kawan hanya memenangi satu dari sembilan pertandingan terakhir melawan Prancis, dengan dua hasil imbang dan enam kekalahan.
Pertemuan terakhir kedua negara pada Piala Dunia terjadi pada perempat final edisi 2022. Prancis menang 2-1 setelah Kane gagal mengeksekusi penalti pada pengujung pertandingan.
Prancis Kehilangan William Saliba
Prancis dipastikan tidak diperkuat William Saliba. Bek Arsenal itu mengalami masalah punggung dan harus meninggalkan lapangan pada babak pertama ketika Prancis menghadapi Spanyol.
Deschamps mengatakan rasa sakit yang dialami Saliba telah mencapai tingkat yang tidak tertahankan. Pemeriksaan medis menunjukkan kondisinya tidak memburuk, tetapi Saliba tidak dapat bermain menghadapi Inggris.
Maxence Lacroix berpeluang mengisi posisi Saliba. Ibrahima Konate juga dapat dimainkan apabila Deschamps melakukan perubahan pada jantung pertahanan.
Kiper Brice Samba juga tidak tersedia karena mengalami masalah pada betis. Namun, absennya Samba diperkirakan tidak mengubah posisi Mike Maignan sebagai penjaga gawang utama.
Pada kubu Inggris, Reece James diragukan tampil setelah mengalami masalah otot saat menghadapi Argentina. Jordan Henderson juga masih menepi akibat cedera pergelangan tangan.
Jarell Quansah kembali tersedia setelah menyelesaikan hukuman larangan bertanding. Djed Spence dapat digeser ke sisi kanan pertahanan, sedangkan Nico O’Reilly menempati posisi bek kiri.
Kedua pelatih berpotensi melakukan rotasi karena waktu pemulihan yang terbatas. Namun, Prancis diperkirakan tetap memainkan Mbappe karena penyerang berusia 27 tahun tersebut masih bersaing mendapatkan Sepatu Emas.
Inggris juga dapat mempertahankan Kane, Jude Bellingham, dan Gordon sebagai starter. Kane dan Bellingham masing-masing telah mencetak enam gol sehingga masih memiliki peluang dalam persaingan pencetak gol terbanyak.
Prancis memiliki waktu pemulihan satu hari lebih banyak setelah menjalani semifinal lebih dahulu. Les Bleus juga mempunyai pilihan pemain menyerang yang lebih beragam melalui Mbappe, Michael Olise, Rayan Cherki, dan Desire Doue.
Inggris tetap berbahaya melalui serangan balik. Namun, kegagalan mereka mencatatkan nirbobol sepanjang fase gugur menunjukkan lini belakang The Three Lions masih dapat dieksploitasi.
Berdasarkan kualitas individu, kedalaman pemain, dan waktu pemulihan, Prancis lebih berpeluang memenangi pertandingan. Les Bleus diprediksi mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.
Perkiraan susunan pemain Prancis vs Inggris:
Prancis: Maignan; Kounde, Konate, Lacroix, Theo Hernandez; Kone, Zaire-Emery; Cherki, Olise, Doue; Mbappe.
Inggris: Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Rogers, Bellingham, Gordon; Kane.
(edisi/bs)
Comment