Tiga Pria yang Kecelakaan di Perairan Pasar Wajo-Batu Atas Dilaporkan Selamat

BUTON, EDISIINDONESIA.id – Tiga pria bernama Dahlan (59), Edy Cahya (42) dan Sadir (35) yang mengalami kecelakaan kapal di sekitar perairan antara Pasar Wajo dan Batu Atas berhasil ditemukan dengan selamat, Minggu (5/7/2026).

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS. Ia mengatakan bahwa ketiga ditemukan sekitar pukul 15.40 WITA.

“Pada pukul 15.40 WITA 3 orang POB kapal berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, ketiganya ditemukan sementara terombang-ambing diatas alat pelampung yang dirakit.

“(Ketiganya) terombang ambing diatas alat apung yang dirakit,” katanya.

Kemudian para korban dievakuasi menuju pelabuhan dengan menggunakan kapal penyelamat Rescue Boat (RB 210) untuk diserahkan ke pihak keluarga.

Dengan telah ditemukannya para korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melalui Comm Centre setelah pihak keluarga korban, Ratna, melaporkan kejadian tersebut.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, mengatakan pihaknya langsung menerima laporan dan menindaklanjutinya dengan mengerahkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian terhadap ketiga korban.

“Kami menerima informasi dari pihak keluarga korban terkait dugaan kecelakaan kapal di perairan antara Pasarwajo dan Batu Atas. Setelah laporan diterima, tim SAR segera diberangkatkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap ketiga korban,” ujar Amiruddin.

Berdasarkan laporan yang diterima, kapal fiber yang ditumpangi ketiga korban berangkat dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA dengan tujuan Wa Suamba, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton. Kapal tersebut diperkirakan tiba di tujuan pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Namun, dalam perjalanan kapal diduga diterjang cuaca buruk disertai angin kencang hingga akhirnya tenggelam pada Minggu sekitar pukul 05.22 WITA

Pada waktu yang sama, ketiga korban sempat melakukan komunikasi terakhir dengan pihak keluarga. Dalam percakapan tersebut, mereka mengaku berada dalam kondisi terapung di laut menggunakan alat apung darurat yang dirakit sendiri setelah kapal tenggelam.(**)

Comment