EDISIINDONESIA.id– Piala Dunia 2026 terus menghadirkan kejutan usai babak penyisihan grup rampung digelar. Menjelang dimulainya babak 32 besar, ada kisah menarik yang membedakan nasib dua tim, yaitu Timnas Iran dan Timnas Cape Verde.
Kedua tim ini mencatatkan rekor yang persis sama selama fase grup: tidak pernah menang dan tidak pernah kalah. Keduanya hanya mengumpulkan tiga poin yang didapatkan dari tiga hasil imbang di setiap pertandingannya.
Namun, nasib keduanya berbanding terbalik. Timnas Cape Verde justru beruntung dan berhasil melaju ke babak 32 besar. Sebagai tim debutan di Piala Dunia, mereka finis di posisi kedua Grup H, tepat di bawah juara grup Spanyol yang mengoleksi tujuh poin.
Dengan hanya bermodalkan tiga poin, Cape Verde berhasil menggeser mantan juara dunia Uruguay dan mengamankan tempat di babak gugur. Keberhasilan ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Cape Verde, karena untuk pertama kalinya mereka lolos ke babak selanjutnya dalam keikutsertaan perdana di Piala Dunia.
Sementara itu, nasib yang berbeda menimpa Timnas Iran, meski memiliki catatan yang identik. Iran juga meraih tiga hasil imbang tanpa kekalahan maupun kemenangan, namun harus gagal melaju ke babak berikutnya.
Di Grup G, Iran hanya mampu menempati posisi ketiga. Mereka mencatatkan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru, 0-0 melawan Belgia, dan 1-1 dalam laga penentuan melawan Mesir.
Dengan tiga poin itu, Iran kalah bersaing dengan Belgia sebagai juara grup dan Mesir yang sama-sama mengoleksi lima poin. Lebih lanjut, Iran juga tidak lolos lewat jalur delapan tim terbaik peringkat ketiga. Mereka hanya berada di urutan kesembilan.
Timnas Iran kalah bersaing dari Senegal yang juga memiliki tiga poin. Jika dilihat dari selisih gol, Tim Melli memiliki catatan 3 gol memasukkan dan 3 kemasukan, sedangkan Senegal yang dibintangi Sadio Mané memiliki rekor lebih baik, yaitu 8 gol memasukkan dan 6 kemasukan.(edisi/fajar)
Comment