KONUT, EDISIINDONESIA.id – Wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (9/6/2026) pukul 04.55.59 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,7.
BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 3,57 Lintang Selatan dan 122,35 Bujur Timur, tepatnya di darat sekitar 27 kilometer sebelah timur Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dengan kedalaman 7 kilometer.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Lawanopo.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo,” jelas Nasrol Adil.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Konawe Utara dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
BMKG juga menyebutkan bahwa gempa M 3,7 ini merupakan gempa susulan ke-83 dari gempa utama berkekuatan M 4,5 yang mengguncang Konawe Utara pada 29 Mei 2026 pukul 21.34.42 WIB.
Hingga Selasa (9/6/2026) pukul 05.20.00 WIB, jumlah gempa susulan yang tercatat telah mencapai 86 kejadian. Dari seluruh rangkaian gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar yang tercatat adalah M 3,7, sedangkan yang terkecil M 1,6. (**)
Comment