Purbaya: Analisa Ekonom di Tiktok Membuat Masyarakat Tak Percaya Pemerintah

EDISIINDONESIA.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti maraknya narasi ekonomi di media sosial yang dinilai tidak berdasarkan data valid dan justru membuat masyarakat semakin cemas terhadap kondisi ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, banyak analisis ekonomi yang beredar di media sosial berasal dari sumber yang tidak kredibel sehingga memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang merasa kondisi ekonomi masih sulit meski sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Data pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61% pada kuartal I 2026 dengan tingkat inflasi yang masih terkendali.

“Terus terang, saya bingung kenapa ada anggapan itu. Setelah saya analisa, ternyata itu kebanyakan adalah analisa ekonom TikTok,” ujar Purbaya di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Purbaya menilai narasi yang berkembang di media sosial membuat sebagian masyarakat tidak lagi percaya terhadap data dan informasi resmi yang disampaikan pemerintah.

Ia juga menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak hanya fokus pada program sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai sektor.

Menurut dia, saat ini terdapat dua mesin ekonomi yang bergerak secara bersamaan, yakni mesin ekonomi pemerintah dan mesin ekonomi swasta.

Purbaya mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kebijakan fiskal, penguatan investasi, hingga program-program strategis nasional.

Pada sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menerima informasi ekonomi di media sosial dan tetap merujuk pada data resmi maupun analisis yang memiliki dasar jelas.

Maraknya konten ekonomi di media sosial dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi perhatian karena banyak analisis yang beredar tanpa didukung data komprehensif dan kerap memicu kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi nasional. (edisi/bs)

Comment