Sering Menangis Histeris, Kondisi Mental Korban Pencabulan di Kendari Kritis

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kondisi psikologis anak di bawah umur korban dugaan pencabulan yang melibatkan oknum TNI, Sertu MB, dilaporkan semakin memburuk dan memprihatinkan. Korban kini diketahui mengalami depresi berat dengan perilaku yang sangat mengkhawatirkan keluarga.

Sang anak lebih banyak mengurung diri, menarik diri dari pergaulan, dan kehilangan keceriaannya. Perubahan sikap yang drastis ini menjadi pukulan telak bagi keluarga yang setiap hari menyaksikan penderitaan korban.

“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya sendiri hingga luka dan menangis histeris karena ketakutan yang berlebihan,” ujar Desta, paman korban, Senin (04/05/2026).

Susah Pulih, Pendampingan Belum Maksimal

Menurut Desta, serangan rasa takut dan panik itu sering muncul tiba-tiba, terutama saat korban sedang sendirian. Padahal, keluarga mengaku sudah berupaya maksimal memulihkan kondisi mental korban, termasuk dengan mendatangkan bantuan tenaga profesional.

“Pendampingan dari psikolog anak sudah dilakukan, namun perkembangannya masih sangat lambat dan belum terlihat hasil yang signifikan. Kami terus berupaya agar korban bisa pulih lebih baik,” jelasnya.

Keluarga saat ini terus berkoordinasi intensif dengan para ahli guna memberikan perawatan intensif. Mereka berharap dukungan berkelanjutan dapat sedikit demi sedikit menghilangkan bayang-bayang trauma yang mendera sang anak.

Desak Proses Hukum yang Tegas

Di samping upaya pemulihan, keluarga juga menaruh harapan besar pada penegakan hukum. Mereka mendesak agar kasus yang menjerat Sertu MB dari Kodim 1417/Kendari ini ditangani secara transparan, tegas, dan tanpa rekayasa.

Bagi keluarga, keadilan hukum menjadi kunci utama agar korban kembali merasa aman dan bisa melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang ketakutan yang selama ini menyertainya.(**)

Comment