Masih Ada CJH yang Bawa Benda Terlarang

CEK KELENGKAPAN: Petugas memberiksa dokumen calon jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 di Asrama haji Pondok gede, Jakarta, kemarin (3/6). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

EDISIINDONESIA.com – Hari ketiga pemberangkatan haji Embarkasi Surabaya, petugas pemeriksaan masih menemukan barang-barang yang tidak diperbolehkan ada dalam penerbangan internasional.

Di antara barang yang harus dikeluarkan dari tas jemaah calon haji (CJH), adalah cairan di atas 100 ml seperti pasta gigi, shampo, hand body, serta benda tajam seperti gunting dan silet.

”Sebenarnya gunting dan silet bisa dibawa asal ditaruh di koper bagasi, bukan tas tenteng yang ditaruh di kabin pesawat,” terang Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Husnul Maram, Selasa (7/6).

Hingga Senin (6/6) malam, kelompok terbang (kloter) Embarkasi Surabaya telah bertolak menuju Madinah melalui Bandara Juanda Surabaya. Pihaknya berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan sehingga bisa berangkat sesuai jadwal.

”Sebelumnya, ada jemaah asal Tuban kloter 1 ketika masih di daerahnya hasil PCR positif. Alhamdulillah sekarang sudah negatif dan langsung bergabung pada kloter 4, yang terbang sore (7/6) tadi,” terang Husnul Maram.

Dia menjelaskan, kesehatan jemaah kloter 2 asal Bojonegoro yang sempat dirawat di RS Haji Surabaya berangsur membaik. ”Kalau dokter menyatakan sehat dan layak terbang, segera jamaah akan digabungkan dengan kloter yang ada,” tutur Husnul.

Hingga saat ini, dia memastikan visa untuk dua kloter yang akan berangkat berikutnya sudah aman.

”Untuk visa itu progres, jadi untuk pemberangkatan 2 kloter berikut, visanya harus sudah siap hari ini, begitu juga selanjutnya, akan berproses terus,” tutur Husnul. (**)

Sumber: Jawa Pos

Comment