KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Cita-cita masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memiliki stadion olahraga yang representatif seperti provinsi lain di Indonesia dipastikan harus tertunda lagi. Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk melanjutkan pembangunan Stadion Lakidende pada tahun 2026 dipastikan batal, menyusul belum tuntasnya persoalan krusial terkait pembebasan lahan.
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengungkapkan bahwa kendala utama pembangunan stadion berstandar nasional ini adalah belum tercapainya kesepakatan harga antara pemerintah dan pihak pemilik lahan.
“Masalahnya ada pada harga yang belum menemui titik temu. Sementara kemampuan anggaran kita terbatas,” ujar Andi Sumangerukka usai membuka Tournament Tenis GTC Open 2026 di Lapangan Tenis KONI Sultra, Jumat (3/4). Ia menegaskan, tanpa penyelesaian masalah lahan, pembangunan stadion tidak dapat dilanjutkan.
Fokus Dialihkan ke Revitalisasi Fasilitas KONI
Menyikapi kebuntuan tersebut, Pemprov Sultra memutuskan untuk mengalihkan fokus pembangunan. Alih-alih melanjutkan proyek stadion yang terhambat, anggaran dan sumber daya akan diarahkan untuk pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga yang sudah ada di sekitar kompleks KONI Sultra.
“Untuk sementara kita alihkan ke pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga yang ada di sini, seperti lapangan tenis, lapangan softball, kolam renang, driving golf, hingga kantor,” jelas Gubernur.
Menurutnya, proses perencanaan untuk revitalisasi ini telah berjalan dan dalam waktu dekat akan segera memasuki tahap pelaksanaan, diperkirakan dalam tiga minggu ke depan.
Anggaran Rp 77 Miliar Mengambang
Sebelumnya, Pemprov Sultra telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 77 miliar untuk lanjutan pembangunan Stadion Lakidende pada tahun 2026. Anggaran ini terdiri dari Rp 74 miliar untuk pembangunan fisik dan sekitar Rp 3 miliar untuk manajemen konstruksi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Tommy Putra Alamsyah, menyatakan bahwa anggaran tersebut masih akan diprioritaskan penggunaannya, apakah untuk pembangunan tribun atau lapangan stadion.
Namun, Tommy Putra Alamsyah menegaskan, “Kami tidak akan memulai pembangunan jika masalah lahan belum tuntas,” sebagaimana dikutip dari kendaripos.fajar.co.id pada Rabu (4/2).
Proyek Stadion Lakidende sendiri diperkirakan membutuhkan total anggaran sekitar Rp 190 miliar. Pembangunan stadion ini telah dimulai sejak tahun 2021 dengan alokasi anggaran bertahap, yakni Rp 27 miliar pada 2021, lebih dari Rp 16 miliar pada 2022, dan direncanakan Rp 77 miliar pada 2026.
Dengan kondisi terkini, Pemprov Sultra memilih untuk memaksimalkan pengembangan fasilitas olahraga yang sudah tersedia. Harapannya, persoalan pembebasan lahan Stadion Lakidende dapat segera terselesaikan agar proyek ambisius ini dapat kembali dilanjutkan di masa mendatang.(**)
Comment