EDISIINDONESIA.id- Sesi latihan Timnas Indonesia untuk persiapan FIFA World Cup 2026 Qualifier mendadak menjadi sorotan publik. Sebuah foto yang diunggah pemain keturunan Belanda, Eliano Reijnders, memunculkan sosok pemain misterius yang membuat banyak pihak bertanya-tanya.
Dalam foto tersebut, terlihat seorang pemain berwajah bule tengah menghadang umpan silang Eliano. Kemunculan pemain ini sontak memicu spekulasi liar di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air.
Banyak yang menduga bahwa pemain tersebut adalah Luke May, seorang pemain diaspora yang santer dikabarkan diminati oleh pelatih Timnas, Shin Tae-yong.
Namun, dugaan tersebut langsung terbantahkan. Setelah ditelusuri lebih lanjut, pemain yang ada dalam unggahan Eliano bukanlah Luke May, melainkan Ollie Leeming. Ia adalah pemain muda dari Persija U-20 yang turut diundang dalam sesi latihan perdana Timnas karena belum banyak pemain inti yang bergabung.
Ollie Leeming bukan satu-satunya pemain Persija U-20 yang hadir, melainkan ada juga Fabio Azka, Radityo Raharjo, Ardiansyah Ohorella, dan Ahmad Mujadid yang ikut serta dalam latihan yang dipimpin langsung oleh Shin Tae-yong pada Senin, 23 Maret 2026.
Siapa Luke May Sebenarnya?
Meskipun bukan Luke May, kehadiran pemain misterius ini tetap membuka diskusi tentang potensi pemain diaspora yang bisa memperkuat Timnas. Nama Luke May memang sempat mencuri perhatian setelah dikabarkan masuk radar Shin Tae-yong. Pemain yang kini bermain untuk Macarthur FC di Liga Australia ini digadang-gadang memiliki darah keturunan Indonesia dari neneknya yang lahir di Sumatra.
Keinginan Shin Tae-yong untuk menambah amunisi pemain keturunan di lini serang Garuda memang bukan rahasia lagi. Luke May dianggap memiliki potensi besar untuk memperkaya opsi serangan Timnas. Apalagi, usianya yang masih sangat muda, baru menginjak 20 tahun, menjadikannya aset jangka panjang yang berharga.
Potensi Naturalisasi dan Statistik Gemilang
Luke May sendiri dikabarkan cukup terbuka untuk membela Timnas Indonesia, dan proses naturalisasinya disebut-sebut tengah berjalan. Keberadaan dokumen kependudukan asli dari sang nenek di Sumatra menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses ini, mengingat kendala verifikasi seringkali menjadi batu sandungan bagi pemain diaspora.
Performa Luke May di kasta tertinggi Liga Australia, A-League Men, juga patut diacungi jempol. Musim ini, ia telah mencatatkan 16 penampilan dengan 3 gol dan 1 assist. Tak hanya di liga domestik, ia juga unjuk gigi di kancah Asia, dengan 6 penampilan, 2 gol, dan 2 assist di AFC Champions League Two. Total, ia telah mengemas 22 pertandingan dengan 5 gol dan 3 assist.
Pelatih Shin Tae-yong dilaporkan sangat mengagumi fleksibilitas Luke May di lini serang. Ia bisa ditempatkan sebagai penyerang tengah (striker) maupun second striker, yang memungkinkan adanya rotasi taktik yang lebih dinamis, terutama jika dipasangkan dengan penyerang lain seperti Ole Romeny.(edisi/fajar)
Comment