EDISIINDONESIA.Id– Jagat maya kembali dihebohkan oleh ulah seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seorang pria bernama Hendrik kedapatan melakukan aksi joget di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelolanya. Aksi yang dinilai sebagai bentuk perayaan berlebihan ini tidak hanya menjadi viral, tetapi juga berujung pada teguran keras dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Kehebohan bermula ketika video joget Hendrik diunggah ke media sosial, lengkap dengan keterangan yang mengklaim penghasilannya mencapai Rp6 juta per hari. Pernyataan ini sontak memicu berbagai reaksi dari publik, mulai dari kritik pedas hingga pertanyaan serius mengenai transparansi dan pengelolaan program pemerintah yang seharusnya ditujukan untuk gizi anak-anak Indonesia.
BGN: Program Negara, Bukan Panggung Bisnis Pribadi!
Menanggapi kontroversi yang meluas, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati, memberikan penegasan tegas. Beliau menekankan bahwa program MBG adalah murni program negara yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, bukan sebagai ajang mencari keuntungan pribadi.
“Ini bukan bisnis pribadi. Ini program negara untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Nanik Sudaryati pada Selasa (24/3/2026), seraya menyatakan kekecewaannya atas kejadian tersebut.
Dapur Mitra Langgar Aturan, Operasional Dibekukan Sementara
BGN tidak tinggal diam. Tim mereka segera melakukan inspeksi mendadak ke dapur yang dikelola Hendrik. Hasil pemeriksaan mengungkap sejumlah pelanggaran serius terhadap petunjuk teknis pelaksanaan program. Tata letak dapur ditemukan tidak sesuai standar, dan yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas pengolahan makanan dilakukan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib.
Atas temuan ini, BGN memutuskan untuk membekukan sementara operasional dapur SPPG milik Hendrik. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin dan peringatan bagi seluruh mitra program agar tidak menyalahgunakan fasilitas dan kepercayaan yang diberikan.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap tersebut. Apalagi dilakukan di lingkungan dapur tanpa APD,” tambah Nanik.
Pengawasan Ketat dan Pembinaan Khusus
Ke depannya, BGN berjanji akan memperketat pengawasan terhadap seluruh mitra program MBG untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Selain sanksi pembekuan sementara, tim khusus juga ditugaskan untuk memberikan pembinaan langsung kepada Hendrik sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan.
Sebelumnya, Hendrik Irawan, pria asal Batujajar, menjadi sorotan setelah pengakuannya tentang penghasilan fantastis Rp6 juta per hari viral di TikTok. Aksi jogetnya di dapur SPPG, yang diduga direkam di kantor pusat BGN, menuai amarah warganet yang menganggapnya tidak etis dan berpotensi merusak citra program pemerintah.
Hendrik sendiri mengaku terkejut dengan reaksi publik atas unggahannya. Merasa menjadi korban hujatan dan pencemaran nama baik, ia melaporkan dua akun media sosial ke Polres Cimahi atas tuduhan penyebaran video tanpa izin dan perundungan siber.
Ia menegaskan bahwa pendapatannya sebagai mitra MBG tidak melanggar aturan dan berencana melanjutkan laporannya ke Polda Jawa Barat demi menjaga nama baik pribadi serta program yang dijalankannya.(edisi/fdajar)
Comment