KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Polemik aktivitas pertambangan di Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mencuat.
Sebanyak 13 perusahaan tambang di Konut, termasuk PT Adhi Kartiko Pratama (AKP) dan PT Indrabakti Mustika (IBM), terancam pencabutan IUP karena mengabaikan izin lintas kawasan konservasi Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Labengki.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra telah melayangkan surat resmi terkait perjanjian kerja sama izin lintas kawasan konservasi, namun hingga kini belum mendapat respons.
Dua perusahaan tambang tersebut, PT AKP dan PT IBM, tercatat dalam Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian ESDM dengan rincian sebagai berikut:
1.PT AKP: IUP Operasi Produksi (1.975 hektare), berlaku 14 Desember 2010 – 13 Desember 2030. Jajaran direksi: Yedhi Stiady Suryana (Direktur), Stevano Rizki Adranacus (Komisaris Utama), Eusebius Ense Da Cunha Solapung (Direktur Utama), dan Victor Agung Susantyo (Komisaris).
2. PT IBM: IUP Operasi Produksi (576 hektare), berlaku 17 Maret 2014 – 17 Januari 2034. Jajaran direksi: Francisco Sumasto (Komisaris), Herman Thio (Direktur), dan Ruddy Tjanaka (Direktur Utama).
Kepala BKSDA Sultra menegaskan akan mengirimkan surat peringatan kedua kepada 13 perusahaan tersebut. Jika tetap diabaikan, BKSDA akan berkoordinasi dengan Gakkum Kementerian Kehutanan untuk menindaklanjuti pelanggaran ini.
Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Sultra, Prihanto, menambahkan bahwa perusahaan yang jetty-nya berada di dekat kawasan konservasi TWAL, wajib memiliki izin lintas kawasan konservasi, terlepas dari aktivitas operasionalnya. Kegagalan mendapatkan izin ini dapat berujung pada pencabutan IUP dan koordinasi dengan Kementerian terkait.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) izin lintas kawasan konservasi TWAL mewajibkan perusahaan untuk:
1. Memberdayakan masyarakat lokal di sekitar tambang.
2. Melakukan pembersihan pantai di wilayah konservasi.
3. Melakukan transplantasi terumbu karang.
4. Aktif melakukan pengawasan bersama BKSDA untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada PT AKP dan PT IBM masih terus dilakukan.(**)
Comment