Kapal Tabrak Wisatawan di Konawe Diduga Tak Berizin, Tetap Beroperasi Usai Insiden

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- KM Fathur Reski, kapal yang terlibat dalam insiden penabrakan kapal wisatawan di Pulau Bokori, diduga tak memiliki izin berlayar meski telah beroperasi selama dua tahun.

Warga Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaporkan bahwa KM Fathur Reski diduga masih beroperasi jual beli bahan bakar di dermaga desa tersebut pada Minggu (5/1/2025).

Seorang warga Desa Sorue Jaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa KM Fathur Reski diduga tidak memiliki surat-surat yang lengkap untuk beroperasi. Ia juga menyebutkan bahwa pemilik kapal bernama Edi.

“Kalau kapal besi itu, tidak ada surat-suratnya, pemilik kapal itu mas Edi namanya,” ujar warga tersebut.

Warga tersebut juga menyebutkan bahwa kapal KM Fathur Reski telah beroperasi di wilayah tersebut selama sekitar dua tahun.

“Itu kapal besi sering kesini. Kapal ini ada sekitar 2 tahun. Saya rasa kapal ini dia sembunyi, jelas dia sembunyi karna tidak lengkap surat-surat,” kata dia lagi.

Sebelumnya, KM Fathur Reski menabrak kapal wisatawan yang mengangkut 14 orang di perairan sekitar 200 meter dari dermaga Desa Sorue Jaya pada Kamis (2/1/2025) malam sekitar pukul 20.30 WITA.

Dengan kejadian itu, kapal besi yang diduga memuat solar tersebut seharusnya dipertanggungjawabkan oleh pemilik kapal.

“Kapal besi yang muat solar,seharusnya yang punya datang urus bae-bae,” ungkapnya.

“Tadi malam ada masuk mobil tangki, kapalnya selalu kesini kapal Km fatur reski, mobilnya sering datang kesini mobil tengki tiga darah perkasa, banyak biasa mobilnya datang ke sini. Kapal masuk saat Maghrib kemarin, baru sandar jauh malam, dan mobil tangkinya datang sekitar pukul 12 malam,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kapal wisatawan yang ditabrak oleh KM Fathur Reski mengalami kerusakan pada mesinnya akibat tenggelam, dan pemilik kapal wisatawan tampak pasrah membiarkan kapal tersebut tenggelam.

“Kapal mesinnya rusak karena tenggelam, dan pemilik kapal tampak putus asa, membiarkan kapalnya tenggelam begitu saja,” ungkapnya.

Warga ini juga menyatakan kebingungannya atas tindakan Polsek, yang menurutnya menyalahkan pemilik kapal wisatawan dalam insiden tersebut.

“Saya heran dengan Polsek, kenapa malah menyalahkan pemilik kapal wisatawan,” kesal dia.(**)

Comment