Oleh: Gustam
Pemilihan kepala daerah Bupati/Walikota di Indonesia yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September tahun 2024 terbilang masih cukup lama, namun manuver-manuver politik para kandidat calon kapala daerah sudah mulai gencar di lakukan sejak satu tahun terakhir.
Manuver-manuver politik dalam menghadapi Pilkada di Mubar hari-hari ini kami nilai telah memberikan efek yang cukup negatif terhadap jalannya roda pemerintahan dan stabilitas keamanan di Kabupaten Mubar. Hal tersebut terlihat sejak hadirnya Pj Bupati Mubar Dr. Bahri pada tanggal 27 Mei tahun 2022 yang terus dirongrong oleh kelompok-kelompok tertentu yang tidak menginginkan keberadaan Dr. Bahri sebagai putra daerah untuk menjadi PjBupati.
Penilaian kami tersebut bukan tanpa alasan, sebab sejak awal kehadiran beliau sebagai Pj Bupati ada upaya-upaya penolakan yang dilakukan oleh sebagian kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan politik lain dalam menyongsong Pilkada pada tahun 2024 nanti.
Sehingga, sejak awal isu-isu pergantian beliau sebagai Pj Bupati terus dihembuskan untuk menganggu jalanya roda pemerintahan dan stabilitas keamanan daerah.
Agenda menggulingkan Pj Bupati Dr. Bahri ternyata terus berlanjut. Memasuki akhir tahun 2023 isu pergantian PJ kembali ramai dihembuskan di tengah-tengah masyarakat Mubar.
Menariknya, isu pergantian Pj Bupati Mubar saat ini dimainkan dengan memanfaatkan situasi yang sedang menimpa Dr. Bahri yang diduga melanggar UU ASN berdasarkan rekomendasi Bawaslu, yang diduga telah memperkenalkan salah satu bakal calon anggota DPD RI yang saat itu berkunjung ke Mubar dalam kapasitasnya sebagai ketua DPP KNPI.
Sehingga kami nilai sikap yang ditujukan Dr. Bahri selaku Pj Bupati merupakan sikap yang menjujung tinggi nilai budaya dan adab masyarakat muna dalam menerima tamu, dalam hal ini Ketua DPP KNPI yang saat itu berkunjung ke kabupaten muna barat sebagai tamu.
Lantas apa yang salah selaku tuan rumah Dr. Bahri memperkenalkan Ketua DPP KNPI sebagai tamu di hadapan masyarakatnya, yang saat itu berkunjung di Mubar dengan menyebutkan beberapa posisi yang sedang diemban oleh yang bersangkutan.
Olehnya itu kami masyarakat Mubar berharap kepada bapak Mentri Dalam Negeri (Mendagri) agar tidak ikut terprovokasi oleh isu-isu yang dihembuskan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan merusak citra Dr. Bahri selaku Pj Bupati dan kepentingan mereka untuk mengganti Pj Bupati di Mubar bisa mereka tunaikan.
Sementara di mata masyarakat Mubar saat ini, Dr. Bahri merupakan sosok pemimpin yang sangat dekat dengan masyarakat dan peduli dengan masyarakat. Terbukti program-program yang selama ini beliau jalankan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan-pembangunan fisik, seperti kompleks perkontaoran merupakan harapan dan dambaan masyarakat selama ini untuk kepentingan pelayanan publik.
Penulis adalah Tokoh Pemuda Mubar yang juga Mantan Ketua BEM FEB UHO. Isi tulisan tersebut sepenuhnya dipertanggung jawabkan oleh penulis.
Comment