MUNA, EDISIINDONESIA.id – Jaringan internet saat ini menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat untuk wilayah di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) karena belum secara menyeluruh tersentuh jaringan internet.
Meskipun empat unit Base Transceiver Station (BTS) telah dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Muna tahun 2022 lalu. Namun, belum dapat difungsikan karena belum adanya provider.
Olehnya itu, demi menjawab kebutuhan publik akan ketersediaan jaringan internet, Pemda Muna akan mengalih fungsikan sementara BTS tersebut menjadi hotspot area publik pada beberapa titik wilayah kota Raha dan di Desa Moolo, Kecamatan Batukara.
“Insya Allah bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, akan diaktifkan serentak hotspot dibeberapa titik wilayah kota dan satu titik di Desa Moolo,” kata Kadis Kominfo dan Persandian Muna, Muh. Haidar, Kamis (10/8/2023).
Untuk wilayah kota, lanjut dia, hotspot diaktifkan di area masjid Al Munajat, tugu jati, taman dan area rumah jabatan bupati (galampano).
“Jaringan hotspot ini gratis bagi warga masyarakat yang ingin menggunakan. Alat untuk aktifkan hotspot itu sudah tiba di Raha, sementara proses pengerjaan oleh teknisi,” terangnya.
Mantan Camat Batukara ini menambahkan, empat BTS yang dibangun di wilayah yang belum memiliki akses internet yaitu desa Moolo, Kecamatan Batukara, Desa Lakarama, Kecamatan Towea, Desa Liwumetingki, Kecamatan Pasir Putih dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Lasalepa.
“Dari titik-titik tersebut hanya di Desa Moolo yang bisa tersambung dengan hotspot karena berada pada ketinggian. Di Desa Bangunsari terhalang pohon tinggi, begitu juga dengan di dua titik lainnya terhalang pulau lima,” Jelasnya.
“Namun, untuk sementara sembari menunggu provider, semoga jaringan yang akan diaktifkan pada 17 Agustus nanti bisa bermanfaat bagi warga, terlebih wilayah sebrang desa Moolo, minimal dapat berkomunikasi via internet. Kedepan Pemda Muna akan terus berupaya menyentuh seluruh pelosok akan kebutuhan internet ini,” tandasnya. (**)
Comment