Diduga Akibat PT CNI, Kades Keluhkan Kerusakan Sawah, Tambak hingga Rumah Warga di Kolaka

KOLAKA, EDISINDONESIA.id – Kondisi tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami rusak parah akibat banjir diduga ulah dari PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI).

Namun, hingga kini belum ada bentuk tanggung jawab dari pihak PT CNI. Pasalnya, banjir tersebut akibat dari jebolnya kolam penggendap PT CNI. Sehingga puluhan hektare sawah, tambak hingga pemukiman warga digenangi air bercampur lumpur merah.

Kepala Desa (Kades) Lapao-Pao H. Haeruddin mengaku ada puluhan hektare sawah milik warganya rusak parah akibat banjir kiriman dari jebolnya kolam penggendap PT CNI.

Namun, kata Haeruddin hingga saat ini belum ada pertanggung jawaban dari pihak perusahaan.

“Padahal kemarin, saya dapat informasi dari pak Camat, kalau pihak PT. CNI mau datang ke desaku untuk mendata masyarakat yang terdampak. Hanya saja sampai sekarang belum datang,” katanya via telepon WhatsApp, Kamis (11/5/2023).

Tak hanya itu, Kepala Desa Muara Lapao-pao, Abdullah L mengutarakan kejadian ini sudah berulang kali terjadi dan pihak PT CNI tidak bertanggung jawab.

Kemudian, Abdullah juga selalu memberitahukan, agar kolam penggendap perusahaan segera diperbaiki. Sebab daya tampungnya sudah tidak sesuai.

“Saya sudah sering suruh itu perusahaan supaya kolamnya dibuat baru saja. Karena
Kalau tidak diperbarui akan semakin parah nantinya,” ujarnya.

“Tetapi pihak perusahaan dia abaikan saya punya masukan, jadi tunggu saja masyarakat sendiri yang bergerak,” sambungnya.

Terlebih lagi, ia menambahkan banjir yang merendam desanya, bukan sekedar air akan tetapi sudah bercampur dengan lumpur berwarna merah.

“Kalau sudah lumpur begini sudah pasti mi selama satu bulan belum bisa surut, dan banjir ini sudah ke empat kalinya mi akibat jebolnya itu kolam PT CNI,” tegas Abdullah. (**)

Comment