YLBH Ungkap Jumlah Korban Tindak Asusila Security Bupati Konsel Sudah Tiga Orang

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sulawesi Tenggara (Sultra) ungkap fakta terbaru perihal security inisial CA (31) yang disebutkan melakukan pencabulan terhadap ART inisial PI (18) dirumah pribadi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Kota Kendari.

Ketua YLBH Sultra Fadri Laulewulu mengatakan bahwa pelaku diduga sering melakukan percobaan pencabulan terhadap ART yang sebelumnya bekerja dirumah pribadi Bupati Konawe Selatan.

“Setelah dia (korban PI) cerita itu sama temannya Asisten Rumah Tangganya ternyata ada info bahwa pelaku sudah sering,” kata Fadri saat dihubungi media ini, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, kata dia, percobaan pencabulan oleh pelaku ini telah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun dua ART sebelumnya telah mengundurkan diri akibat peristiwa tersebut.

“Bahkan korbannya itu dia sudah ketiga kali dan duanya yang sebelumnya itu langsung keluar gara-gara ini,” ujarnya.

Fadri menambahkan bahwa aksi bejat pelaku pada akhirnya terkuak setelah korban CA menceritakan kepada rekan ART lainnya hingga berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.

“Hanya anak ini yang berani speak up soal percobaan pemerkosaan ini,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari pada Jumat (15/5/2026).

Atas perbuatannya, CA disangkakan melanggar Pasal 414 Ayat (1) Huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait tindak pidana pencabulan.

Untuk diketahui, peristiwa pencabulan ini diketahui terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 23.50 WITA di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, yang berada di Jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Terduga pelaku diketahui bekerja sebagai security di rumah tersebut dan disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan istri Bupati Konawe Selatan.

Dalam kepolisian, korban mengaku sempat berusaha melawan dan menghindar. Korban juga disebut beberapa kali menolak ajakan pelaku dan berupaya meminta pertolongan.

Polisi menyebut korban mengalami luka lebam di bagian paha dan tangan kanan akibat dugaan kekerasan yang dialaminya saat kejadian berlangsung. (**)

Comment