EDISIINDONESIA.id -Dunia pendidikan dan anak-anak di Surabaya kembali tergores luka. Siswi berinisial DW harus merelakan statusnya sebagai anak-anak.
Sebab, DW yang saat ini duduk di bangku kelas dua di SMP negeri Surabaya itu tengah hamil.
Kabar tersebut kali pertama didengar Imam Syafii, anggota Komisi A DPRD Surabaya.
Imam lantas menghampiri DW di kediamannya. Terungkap, DW hamil lima bulan.
Perutnya mulai membesar.Kasus pemerkosaan terjadi pada Desember 2022. Namun, DW baru berani menceritakan insiden bejat itu ke orang tuanya saat Lebaran.
”Ibu DW curiga karena gerak-gerik putri sulungnya itu seperti orang hamil. Setelah ditanya pelan-pelan, DW akhirnya mengakui,” ungkap Imam.
Kasus itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya Selasa (25/4) malam. Hari ini (26/4), korban divisum di RS Bhayangkara Polda Jatim. Setelah itu, korban langsung opname di RSU Suwandie, karena kondisi kesehatannya menurun.
”Saya sudah komunikasi dengan dr Billy (direktur RSU Soewandi). Saya ceritakan garis besar kejadiannya. Dokter Billy langsung peduli,” ujar Imam. (Edisi/Jawa Pos)
Comment