KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama 5 hari kedepan, mulai 6 sampai dengan 11 maret 2023.
Potensi hujan disertai guntur dan angin kencang diminta untuk diwaspadai oleh warga Sulawesi Tenggara, khususnya di sejumlah wilayah, masing-masing Konawe Utara, Kendari, Konawe, Kolaka Utara, Konawe Selatan, Kolaka, dan Buton Selatan.
7 Maret 2023 berpotensi terjadi di Konawe Utara, Konawe Selatan, Kendari, Konawe Kepulauan, Kolaka, Muna, Muna Barat dan Buton Utara.
8 Maret 2023, Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Kendari, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Utara, Buton Selatan.
9 Maret 2023, Konawe Utara, Konawe, Kendari, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kolaka Utara. 10 Maret 2023, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Kendari, Muna, Muna Barat, Buton Utara, Buton, Konawe Kepulauan.
11 Maret 2023, Konawe Utara, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, Bombana, Kolaka, Konawe Selatan, Bau-bau, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Kendari, Buton Selatan.
Selanjutnya, wilayah yang berpotensi thunderstorm atau Guntur pada 6 Maret 2023 terjadi di Kolaka Timur, Buton Selatan, Buton. 7 Maret 2023, Kolaka Utara, Bombana, Wakatobi, Kolaka Timur.
8 Maret 2023, ada Bombana, Muna, Muna Barat. 9 Maret 2023, Buton Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka. 10 Maret 2023, Kolaka Timur, Bombana. Serta 11 Maret 2023, terjadi di Bombana.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie mengatakan berdasarkan analisa dinamika atmosfer dan citra radar cuaca terlihat pergerakan awan atau angin dari barat laut menuju tenggara, dengan kecepatan maksimum sampai 25 knots atau 47 km /jam.
Di mana faktor labilitas udara dan konveksi lokal di wilayah Sultra sedang sampai kuat, sehingga awan yang terbentuk adalah awan multi sel, dengan tinggi dasar awan kurang dari 300 meter.
Di mana curah hujannya 10-20 mm/jam, wilayah yang terdampak paling signifikan adalah wilayah seluruh Kendari, sebagian Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, dan Konawe Kepulauan
“Dampak yang dirasakan adalah frekuensi guntur yang tinggi, kuat dan intensitas curah hujan lebat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (6/3/2023).
Kata dia, anomali suhu muka laut di perairan sekitar wilayah Sulawesi Tenggara yang dapat meningkatkan penguapan (penambahan massa uap air), massa udara basah, lapisan rendah dan Indeks labilitas sedang hingga kuat skala lokal terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Faktor-faktor tersebut yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Untuk itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan berhati hati dari dampak yang ditimbullkan dari peningkatan curah hujan dan frekuensi guntur, wilayah yang berpotensi cuaca ekstrim sepekan kedepan.
Dirinya juga berharap masyarakat bisa terus memantau perkembangan informasi terbaru dari BMKG di beberapa media sosial, Facebook InfoBMKG Sultra atau Instagram @bmkgmaritimkendari atau juga pada layanan telepon 08114005929.
Hal tersebut lanjutnya agar mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik. (Irna)
Comment