KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 1.136 mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, mengikuti wisuda gelombang pertama periode Juli-Oktober 2022, di Gedung Auditorium UHO, Senin (1/11/2022).
Dari ratusan yang diwisudakan tersebut terdiri dari 7 Fakultas dan 2 Program dari total 15 Fakultas, 1 Program Pendidikan Vokasi, dan 1 Program Pascasarjana.
Rektor UHO Kendari, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu mengatakan, bahwa wisuda tersebut adalah kali pertama yang dilakukan secara luring usai melewati Pandemi COVID-19.
“Dan memang juga Gedung Auditorium UHO baru selesai direnovasi. Memang selama Pandemi COVID-19 auditorium selama 2 tahun kemarin kita renovasi, jadi ini baru pertamakali digunakan kembali setelah di renovasi,” bebernya.
Zamrun mengungkapkan, wisuda gelombang pertama tersebut, diikuti oleh Program Pascasarjana (PPs), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
“Kemudian, Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Peternakan (FPt), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Farmasi (FF), dan Program Pendidikan Vokasi (PPV),” sebutnya.
Orang nomor satu di Kampus Hijau itu berpesan kepada seluruh wisudawan, agar nantinya mengisi tracer studi atau pelacakan alumni, sebab hal tersebut akan berpengaruh untuk akreditasi atau penilaian kampus.
Ia juga berharap, agar ilmu yang telah didapatkan para wisudawan saat menjadi mahasiswa di UHO Kendari, bisa dimanfaatkan saat melakukan interaksi di masyarakat maupun dunia kerja.
“Saya selalu mengingatkan untuk jaga selalu nama baik UHO dimanapun para alumni berada,” pesannya.
Zamrun mengatakan, wisuda bukanlah akhir untuk berhenti belajar, namun sebaliknya ilmu yang sudah didapatkan dapat digunakan untuk kemaslahatan umat manusia dalam menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang semakin komplek ke depan.
“Belajar merupakan peristiwa mental, proses internal yang tidak hanya melibatkan hubungan stimulus dan respon tapi lebih dari itu,” ungkapnya.
“Bahwa belajar merupakan aktivitas yang melibatkan kegiatan berpikir yang kompleks dan juga dorongan mental yang dikendalikan oleh otak dan ketulusan hati untuk diniatkan membantu sesama,” tambahnya. (**)
Comment