Kemenag: 33 Ribu Jemaah Haji Gelombang Pertama Telah Kembali ke Tanah Air

Ilustrasi/Foto: INT

EDISIINDONESIA.id – Proses pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi menuju tanah air segera memasuki gelombang kedua. Pada masa pemulangan gelombang kedua nanti, jemaah dipulangkan dari Madinah menuju tanah air.

Data terkini dari Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 33 ribu lebih jemaah haji sudah sampai di Indonesia. Keterangan tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo setibanya dari Arab Saudi di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (27/7).

“Alhamdulillah proses pemulangan jemaah haji berjalan lancar,” katanya.

Dia mengatakan, dari hari pertama pemulangan pada 15 Juli sampai 27 Juli, sebanyak 33.212 jemaah sudah kembali ke tanah air. Mereka tergabung dalam 83 kelompok terbang (kloter).

Wibowo mengatakan, pemulangan jemaah haji yang berjalan saat ini adalah untuk gelombang pertama. Rute pemulangannya dari bandara Jeddah menuju tanah air.

Total ada 45.096 orang jemaah gelombang pertama yang tergabung dalam 114 kloter. Dia mengatakan, proses pemulangan jemaah haji gelombang pertama berjalan hingga 30 Juli depan.

Kemudian pada 30 Juli juga disusul pemulangan jemaah haji gelombang kedua. Wibowo mengatakan, proses pemulangan jemaah haji gelombang kedua berjalan sampai 13 Agustus 2022.

Dia mengatakan, data terkini ada 74 orang jemaah haji yang wafat. Kasus kematian didominasi pada saat pasca-armuzna (arafah, muzdalifah, dan mina).

Selain kepulangan jemaah haji reguler, saat ini juga berlangsung pemulangan jemaah haji mujamalah atau furoda. Bedanya pemulangan jemaah haji furoda ini dilakukan oleh travel atau penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

Diantara jemaah haji furoda yang pulang ke tanah air adalah rombongan dari Konsorsium Haji Furoda Muda. Total ada 43 jemaah haji foroda yang berangkat dengan konsorsium tersebut.

Tufrida Murniati Hasyim, salah satu jemaah haji furoda asal Jakarta mengatakan, prosesi ibadah hajinya berjalan dengan lancar. Dia mengaku sangat terharu akhirnya bisa kembali ke tanah air dengan selamat.

“Mengingat sebelumnya ada berbagai drama yang kami alami,” katanya.

Tufrida mengatakan proses perjalanan haji dengan visa furoda yang dia jalani cukup berliku mulai awal sampai akhir. Menjelang keberangkatan dia sempat khawatir tidak jadi berangkat ke tanah suci.

Penyebabnya visa haji furoda baru keluar di menit-menit akhir jelang pelaksanaan wukuf di Arafah. “Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus konsorsium yang sudah bekerja optimal,” jelasnya.

Nana Sujana selaku Amirul hajj rombongan haji furoda tersebut mengatakan permohonan maaf kepada seluruh jemaah haji furoda. “Apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan haji furoda mulai saat di Indonesia sampai di Saudi,” tuturnya.

Dia mengatakan haji furoda merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi antrean panjang haji reguler. Saat ini antrean haji reguler di Indonesia ada yang hampir 100 tahun.

“Jadi, masyarakat jangan takut dan jangan cemas terhadap haji furoda,” katanya. Selama pelaksanaan haji furoda dijalankan oleh PIHK resmi atau berizin serta kompeten, penyelenggaraannya bisa berjalan lancar dan baik. (**)

Sumber: Jawa Pos

Comment