MUNA, EDISIINDONESIA.id – Wujudkan pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka, SMAN 1 Loghia gelar tes kompetensi siswa baru tahun ajaran 2022/2023, pada Kamis (7/7/2022).
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Loghia, Achmad Djaya Adi, mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk memetakan kompetensi siswa baru.
“Sehingga sekolah dapat menyusun kelas yang heterogen. Karena dikurikulum merdeka, memandang setiap siswa memiliki kondisi dan karakteristiknya masing-masing,” katanya.
Sehingga, lanjut dia, pembelajarannya pun berorientasi dan berpusat pada konteks dan kondisi kebutuhan peserta didik (student centered).
Acmad menggambarkan kemampuan siswa layaknya tata surya setiap planet memiliki orbit, bentuk dan kecepatannya masing-masing ada yang cepat, sedang dan lambat.
“Tidak mungkin kita memaksakan jupiter menjadi mars atau bentuk yang lain, begitupun siswa tidak boleh dianggap sama atau homogen karena memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda, serta kecepatan belajar yang berbeda-beda jua,”dia mengumpamakan.
Menurutnya, guru tidak boleh memberi perlakuan yang sama untuk semua siswa. Tugas dan perlakuan pembelajarannya pun harus berbeda untuk setiap siswa dalam istilah kurikulum merdeka disebut pembelajaran berdiferensiasi.
“Disamping itu pula dengan tes awal kompetensi, ini akan sangat membantu sekolah memetakan kompetensi siswa untuk pembentukan kelas olimpiade sains, guna mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun depan, sehingga pembinaannya dapat direncanakan dengan baik,” paparnya.
“InsyaAllah SMAN 1 Loghia siap dan berupaya menjadi role model pembelajaran kurikulum merdeka, sebagai konsekuensi yang melekat, ketika terpilih menjadi sekolah program, sekolah penggerak.” tutup Kepsek. (**)
Comment