EDISIINDONESIA.id — Pelatih kepala Timnas Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa pertandingan babak 32 besar melawan Kroasia akan dijalani layaknya mengawali sebuah ajang baru. Ia menyebut fase gugur ini sebagai “Piala Dunia kedua”. Laga krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di BMO Field, Toronto, pada Jumat (3/7/2026) pukul 06.00 WIB.
Perjalanan Portugal menuju babak ini memang tidak berjalan mulus. Di babak penyisihan Grup K, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, yaitu saat membekuk Uzbekistan dengan skor telak 5-0. Sementara dua pertandingan lainnya berakhir imbang, masing-masing melawan Kongo (1-1) dan Kolombia (0-0) pada laga terakhir.
Menurut Martinez, tantangan dan tekanan yang dihadapi tim akan berubah secara signifikan saat memasuki sistem gugur. Oleh karena itu, ia sengaja memberikan gambaran bahwa turnamen sesungguhnya baru dimulai saat ini.
“Bagi kami, besok adalah awal dari Piala Dunia yang kedua. Persiapan yang kami lakukan kemarin sangat penting untuk mempersiapkan mental dan fisik tim,” ujar Martinez.
Pernyataan itu juga menjadi strategi psikologis bagi para pemainnya. Martinez ingin seluruh skuad melupakan catatan performa yang belum konsisten di fase grup, dan memulai lembaran baru dengan fokus penuh.
“Kroasia adalah tim yang sangat kami kenal dengan baik. Mereka pun telah mempelajari kekuatan kami selama turnamen ini. Sudah dapat dipastikan, pertandingan nanti akan berlangsung sangat ketat dan kompetitif,” tambahnya.
Selain gengsi melaju ke babak selanjutnya, laga ini juga menjadi sorotan khusus karena menjadi ajang pertemuan dua legenda sepak bola dunia: Cristiano Ronaldo (41 tahun) dari Portugal dan Luka Modric (40 tahun) dari Kroasia. Dua kapten ini diprediksi akan tampil dalam Piala Dunia terakhir sepanjang karier mereka.
Meski banyak pihak membicarakan faktor usia, Martinez menegaskan bahwa hal itu bukanlah halangan. Ia memuji keduanya sebagai panutan dan aset berharga bagi tim masing-masing.
“Banyak orang membahas usia mereka, tapi bagi saya itu hanyalah angka. Yang terpenting adalah dedikasi mereka di lapangan dan teladan yang mereka berikan kepada seluruh rekan satu tim,” tegas mantan pelatih Timnas Belgia itu.
Di sisi lain, laga ini juga memiliki makna emosional yang mendalam bagi seluruh pasukan Portugal. Pertandingan berlangsung tepat sehari sebelum peringatan satu tahun meninggalnya mendiang Diogo Jota yang wafat dalam kecelakaan lalu lintas.
Gelandang timnas, Vitinha, mengungkapkan bahwa momen ini menjadi sumber motivasi tambahan bagi mereka untuk memberikan performa terbaik.
“Kami punya alasan kuat untuk meraih kemenangan besok. Kami ingin membawanya untuk keluarga kami, untuk mengenang mendiang Diogo Jota, serta untuk seluruh rakyat Portugal. Inilah sebabnya kami akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menang melawan Kroasia,” tutup Vitinha.(edisi/bola)
Comment