KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Tujuh tahun berlalu, namun keadilan atas nyawa Rendi dan Yusuf masih jauh dari jangkauan. Dua mahasiswa itu tewas ditembak saat aksi demonstrasi di depan DPRD Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 silam, hingga kini kasus tersebut belum terjawab sepenuhnya.
Untuk memperjuangkan kebenaran yang terpendam, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kendari dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari turun ke jalan pada Senin (28/9/2026). Mereka berkumpul di Bundaran depan Polda Sultra dengan satu suara: tuntas kasus kematian Rendi dan Yusuf!
Massa datang membawa bendera organisasi, spanduk peringatan, serta pengeras suara di mobil komando. Berulang kali mereka menyuarakan: “Di mana keadilan untuk Rendi dan Yusuf?” — menegaskan bahwa nyawa dua mahasiswa itu tidak boleh diabaikan begitu saja.
Para mahasiswa menuntut agar pihak kepolisian membuka kembali penelusuran kasus penembakan yang merenggut dua nyawa itu, mengungkap siapa pelakunya, dan memastikan tidak ada yang berlindung di balik kekuasaan.
Namun saat berusaha memasuki kawasan Polda Sultra untuk menyampaikan tuntutan secara langsung, langkah mereka dihadang barisan aparat kepolisian yang telah berjaga ketat di lokasi. Pintu masuk tertutup rapat, dan massa tidak diberi akses masuk.
Tidak menyerah, mahasiswa tetap berdiri teguh di depan pagar Polda. Dari sana, melalui pengeras suara, mereka terus menyampaikan pesan bahwa kebenaran tidak boleh dikubur. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat padat, dan banyak warga yang berhenti sejenak menyaksikan aksi tersebut.
Karena tidak dapat masuk, rombongan HMI kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Sultra untuk menyampaikan aspirasi yang sama. Massa menegaskan: ini belum berakhir. Jika jawaban belum didapat, mereka berjanji akan kembali lagi hingga Rendi dan Yusuf benar-benar mendapatkan keadilan yang layak mereka terima.
“Kami tidak akan diam. Selama kebenaran belum terungkap, kami akan terus berjalan demi Rendi, demi Yusuf, dan demi setiap nyawa yang direnggut tanpa alasan yang jelas,” tegas perwakilan massa sebelum meninggalkan lokasi.(**)
Comment