EDISIINDONESIA.id – Hyundai Motor secara resmi memperlihatkan wujud utuh dari SUV kompak andalannya, Tucson generasi ke-5. Peluncuran perdana full model change ini digelar di CJ ENM Studio Center yang berlokasi di Paju, Provinsi Gyeonggi. Kehadiran generasi terbaru ini menjadi momen bersejarah setelah kurun waktu enam tahun sejak model generasi ke-4 dirilis pada 2020 lalu.
Model teranyar ini membawa perombakan total, terutama pada perluasan dimensi fisik yang berdampak signifikan terhadap kelapangan ruang kabin. Tak hanya itu, peningkatan besar juga disematkan pada performa varian hibrida, tingkat kenyamanan berkendara, sistem keselamatan canggih, hingga penambahan berbagai fitur modern.
“Menariknya, lebar bodi (overall width) Tucson baru ini kini bahkan 5 mm lebih lebar dibandingkan Santa Fe, yang berada di kelas di atasnya,” tulis Chosun Daily, Selasa (22/9/2026).
Hyundai mengonfirmasi akan mengumumkan harga resminya pada bulan depan sekaligus memulai penjualan untuk pasar domestik. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Tucson merupakan model SUV pertama bagi Hyundai Motor Group yang berhasil menembus rekor penjualan melampaui 10 juta unit. Hingga Agustus tahun ini, total akumulasi penjualannya telah mencapai 10.616.102 unit, dengan lebih dari 90 persen di antaranya terjual di pasar luar negeri.
Perubahan paling mencolok pada generasi ke-5 ini terletak pada dimensinya. Panjang kendaraan bertambah 60 mm menjadi 4.700 mm, lebar membengkak 40 mm menjadi 1.905 mm, dan jarak sumbu roda (wheelbase) memanjang 30 mm menjadi 2.785 mm.
Hasilnya, ruang lutut penumpang belakang bertambah 14 mm, headroom naik 29 mm, serta kapasitas bagasi melonjak hingga 22 liter. Bahkan, sudut bukaan pintu belakang ditingkatkan dari 73 derajat menjadi 83 derajat demi memudahkan akses keluar-masuk barang maupun pemasangan kursi bayi.
“Mengingat konsumen SUV sering kali berkendara bersama keluarga atau membawa berbagai jenis barang bawaan, kami secara khusus meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan ruang interior,” ungkap perwakilan Hyundai Motor saat menjelaskan konsep pengembangan mobil tersebut.
Bahasa desain eksteriornya kini tampil jauh lebih berani dan kekar dibandingkan pendahulunya. Hyundai meminimalkan garis-garis rumit dan lebih menekankan lekukan permukaan bodi yang berkarakter tegas. Fender roda dibuat lebih menonjol dengan bagian bawah bodi yang dibuat tebal untuk memberikan kesan kokoh, ceper, dan siap menerjang jalanan. Tambahan lampu DRL vertikal di kedua ujung depan juga memberikan efek visual bodi yang tampak jauh lebih lebar.
Dari sektor keselamatan, Tucson baru dibekali inovasi perdana Hyundai berupa teknologi door unlock power duplication. Sistem ini memanfaatkan sumber daya listrik cadangan independen agar pintu tetap bisa dibuka otomatis dari dalam meskipun aliran listrik utama terputus akibat tabrakan hebat. Fitur pedal misoperation safety assist juga turut disematkan untuk membatasi akselerasi spontan dan membantu pengereman otomatis jika pengemudi tidak sengaja menekan pedal gas saat berniat menekan rem.
Untuk kenyamanan di area sempit seperti gang atau tempat parkir, Hyundai melengkapinya dengan fitur memory reverse assist. Fitur ini mampu merekam jalur yang dilewati saat maju dan secara otomatis memutar kemudi untuk berbelok mundur mengikuti rute asal. Selain itu, terdapat fitur ground view pada varian all-wheel-drive (AWD) yang menampilkan permukaan jalan tepat di bawah bagian depan mobil ke layar monitor, sehingga pengemudi mudah mendeteksi trotoar maupun bebatuan.
Sektor dapur pacu mengalami peningkatan tenaga pada varian bensin maupun hibrida. Mesin bensin 1.6L turbo kini menghasilkan tenaga maksimal 193 tenaga kuda (naik 13 hp) yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan baru. Sementara itu, varian hibrida sanggup memuntahkan tenaga hingga 245 tenaga kuda (naik 10 hp) dengan efisiensi bahan bakar kombinasi yang meningkat menjadi 17,4 km/liter.
Masuk ke dalam kabin, Tucson generasi ke-5 menjadi SUV Hyundai pertama yang mengadopsi sistem infotainment generasi baru ‘Plutos Connect’. Sistem ini didukung oleh asisten kecerdasan buatan ‘Gleao AI’ yang dapat memahami perintah suara pengemudi, mengatur iklim AC otomatis berdasarkan cuaca, hingga menentukan rute perjalanan secara intuitif. Meskipun layar tengah kini membesar hingga 17 inci, Hyundai tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi-fungsi krusial agar pengemudi tetap fokus berkendara.
Keluhan konsumen terkait posisi lampu sein (turn signal) pada generasi sebelumnya juga telah dijawab. Jika dahulu lampu sein dipasang di bagian bawah bumper sehingga sulit terlihat oleh pengendara di belakang, kini posisinya telah dinaikkan sekitar 26,2 cm ke atas. Perubahan posisi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan keselamatan saat bermanuver di jalan raya.
Kendati menawarkan peningkatan ruang yang sangat signifikan, dimensi yang membengkak ini diprediksi membawa penilaian beragam dari konsumen. Bagi penggunaan jalanan perkotaan yang sempit dan lahan parkir terbatas, ukuran Tucson yang semakin besar bisa jadi terasa kurang lincah. Kini, perhatian publik tertuju pada penetapan harga resminya bulan depan untuk melihat seberapa besar penyesuaian harga yang akan diterapkan Hyundai. (edisi/bs)
Comment