MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, memastikan kualitas pembangunan ruas jalan Wapae Jaya–Labokolo di Kecamatan Tiworo Tengah menjadi perhatian utama setelah pekerjaan tersebut dinyatakan rampung.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, turun langsung meninjau kondisi jalan di Desa Sukadamai, Senin (21/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat hasil pekerjaan sekaligus mengecek kualitas konstruksi jalan, termasuk ketebalan lapisan aspal.
Dalam kunjungan tersebut, Darwin didampingi Kepala Dinas PUPR Mubar Aswin, jajaran Inspektorat, Camat Tiworo Tengah Syahril, Kepala Desa Sukadamai Kadek Resana serta pihak penyedia pekerjaan.
Darwin mengatakan, hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan pekerjaan jalan yang menggunakan aspal jenis AC-WC secara umum telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

“Pekerjaan jalan Wapae-Labokolo sudah selesai. Setelah kami lihat langsung, hasilnya cukup baik dan kualitas pekerjaannya sesuai standar yang dipersyaratkan,” kata Darwin.
Ia menjelaskan, dalam dokumen kontrak ketebalan aspal ditetapkan empat sentimeter. Namun, hasil pengecekan pada sejumlah titik di lapangan menunjukkan ketebalan aspal berada pada kisaran lima hingga tujuh sentimeter.
“Ketebalan yang dipersyaratkan dalam kontrak empat sentimeter, sementara hasil pengecekan di lapangan ada yang mencapai lima sampai tujuh sentimeter. Ini menunjukkan penyedia cukup memperhatikan kualitas pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Darwin, penggunaan aspal AC-WC menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tahan jalan, terutama pada ruas yang menjadi akses utama masyarakat dan sering dilalui kendaraan berbobot besar.
“Kami ingin jalan yang dibangun tidak cepat kembali rusak. Karena itu, untuk ruas utama yang banyak dilalui kendaraan berat, penggunaan AC-WC akan menjadi perhatian pemerintah,” ungkapnya.
Darwin menyebut, sebelum dilakukan pembangunan dengan konstruksi baru, ruas Wapae-Labokolo menggunakan Butur Seal dengan ketebalan sekitar dua sentimeter.
Dengan peningkatan konstruksi tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik sekaligus memiliki umur layanan yang lebih panjang.
“Dengan konstruksi AC-WC ini, kami berharap masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih baik dan usia jalannya juga jauh lebih panjang,” tuturnya.
Pembangunan ruas jalan Wapae-Labokolo dibiayai melalui APBD Kabupaten Muna Barat Tahun Anggaran 2026. Dari total belanja modal sekitar Rp18 miliar, sekitar Rp8 miliar dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan jalan.
Darwin menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengarahkan anggaran untuk menangani ruas jalan yang mengalami kerusakan dan menjadi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, warga Desa Sukadamai, Ketut Mantra, menyambut baik selesainya perbaikan jalan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena akses yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki.
“Kami sangat bersyukur karena jalan yang selama ini rusak sudah diperbaiki. Tentu kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memperhatikan kondisi jalan di desa kami,” kata Ketut.
Ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada jalan poros, tetapi juga menyasar jalan lingkungan, akses lorong hingga jalan usaha tani.
“Sekarang jalannya sudah bagus. Kami berharap bukan hanya jalan poros, tetapi jalan masuk lorong dan jalan usaha tani juga mendapat perhatian,” harapnya.
Dengan rampungnya ruas Wapae-Labokolo, Pemkab Mubar selanjutnya akan melanjutkan penanganan sejumlah ruas jalan lainnya yang masih membutuhkan perbaikan. (**)
Comment