Tim KKN-T FMIPA UHO 2026 Kembangkan Teknologi Hijau melalui Pemanfaatan Limbah di Puuwatu

Tim KKN Tematik FMIPA UHO Kendari 2026 melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah di Kelurahan Puuwatu/Foto: Ist.

 

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Tim KKN Tematik (KKN-T) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari 2026 melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan limbah di Kelurahan Puuwatu.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Teknologi Hijau untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan”, itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T dalam memperkenalkan penerapan teknologi hijau yang sederhana, ramah lingkungan, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Kelurahan Puuwatu, perangkat kelurahan, serta ibu-ibu Dasawisma. Melalui pendekatan sosialisasi dan praktik langsung, mahasiswa mengajak masyarakat untuk melihat bahwa limbah yang selama ini dianggap sebagai sisa yang tidak bernilai masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki potensi ekonomi.

Bertempat di Aula Kelurahan Puuwatu, kegiatan yang dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 19 Juli 2026 dan 2 Agustus 2026.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 19 Juli 2026 dengan agenda sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan biobriket. Pada sesi ini, mahasiswa KKN-T memperkenalkan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan POC. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah serta cara sederhana untuk mengolah limbah organik agar dapat dimanfaatkan kembali.

Selain POC, mahasiswa juga melakukan demonstrasi pembuatan biobriket berbahan dasar arang. Demonstrasi dilakukan secara langsung sehingga peserta dapat memahami tahapan pengolahan dan melihat proses perubahan bahan menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep teknologi hijau dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pengolahan limbah tidak hanya menjadi langkah untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang memiliki fungsi dan nilai tambah.

Semangat pemanfaatan limbah kemudian dilanjutkan pada kegiatan kedua yang dilaksanakan pada 2 Agustus 2026. Kali ini, mahasiswa KKN-T mengadakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) serta pengolahan ampas kelapa menjadi kue.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi hijau tidak selalu harus menggunakan teknologi yang rumit. Dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat, hasil samping dari suatu proses produksi pun masih dapat dimanfaatkan.

Mahasiswa terlebih dahulu memperagakan proses pembuatan VCO. Setelah minyak diperoleh, ampas kelapa yang menjadi hasil samping dari proses tersebut tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan kembali sebagai bahan dasar pembuatan kue.

Proses pengolahan tersebut mendapat perhatian dari peserta. Suasana kegiatan menjadi semakin interaktif ketika beberapa peserta menunjukkan ketertarikan untuk maju ke depan dan mencoba secara langsung proses pembuatan kue.

Kue yang telah selesai dibuat kemudian dibagikan kepada warga untuk dicicipi. Kehadiran produk jadi tersebut memberikan gambaran nyata bahwa bahan yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa produksi ternyata masih dapat diolah menjadi produk pangan yang menarik dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Rangkaian kegiatan KKN-T ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menemukan solusi sederhana terhadap persoalan lingkungan sekaligus melihat peluang ekonomi dari pemanfaatan limbah. Konsep tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya mengurangi limbah dan meningkatkan pemanfaatan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Melalui tema yang diusung, Tim KKN-T Kelurahan Puuwatu 2026 berupaya menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari limbah rumah tangga yang diolah menjadi POC, arang yang dimanfaatkan menjadi biobriket, hingga ampas kelapa yang disulap menjadi kue, seluruh rangkaian kegiatan membawa satu pesan sederhana: limbah bukan akhir dari sebuah proses, tetapi dapat menjadi awal dari sesuatu yang lebih bernilai.

Ke depan, mahasiswa KKN-T berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kelurahan Puuwatu. Dengan pemanfaatan teknologi hijau yang sederhana dan berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus menciptakan peluang baru dari potensi yang ada di sekitarnya. (**)

Comment