KOLTIM, EDISIINDONESIA.id — Wilayah Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, diguncang gempa bumi tektonik pada Senin (16/3/2026).
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 3,0.
Episenter gempa terletak pada koordinat 4,10 Lintang Selatan dan 121,87 Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer di selatan Kolaka Timur, dengan kedalaman 3 kilometer. Lokasi tersebut menunjukkan bahwa gempa terjadi di darat dan tergolong gempa dangkal.
Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) serta laporan masyarakat, gempa dirasakan di Kolaka Timur dengan intensitas III MMI dan di Konawe II–III MMI.
Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, menyerupai truk yang melintas. Pada siang hari, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian di luar, disertai suara berderik pada pintu atau jendela serta bunyi pada dinding.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. BMKG juga mencatat bahwa belum terjadi gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG, seperti media sosial terverifikasi, situs web resmi, serta aplikasi mobile yang tersedia di perangkat iOS dan Android. (**)
Comment