KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada bulan suci ramadhan 1447 Hijrah kembali menuai sorotan, Kamis (26/2/2026).
Soratan tersebut datang dari pemilik akun Facebook @Naget Kendari. Dalam postingannya, ia menyoroti menu MBG dari SD Negeri 51 dan SMP Negeri 10 Kendari.
Dalam unggahannya, ia membandingkan menu yang diterima siswa di kedua sekolah tersebut dan mempertanyakan adanya perbedaan sajian.
“MBG SD 51 Kendari (kiri) MBG SMP 10 Kendari (kanan) Alhamdulillah sampai d sini paham kan. Temukan perbedaanx 26/02/2026,” tulis dalam postingannya.
Unggahan itu pun memicu beragam tanggapan dari warganet yang mempertanyakan standar menu yang diberikan kepada para siswa.
Menanggapi hal ini, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum, memberikan penjelasan terkait perbedaan menu yang diterima siswa kedua sekolah tersebut.
“Nah terkait dengan menu pada dasarnya kalau kita lihat dari menu yang diberikan ini sudah ada beberapa komponen di dalamnya,” katanya saat dihubungi melalui telpon WhatsApp.
Lanjut, kata dia, setiap menu MBG harus memiliki kandungan karbohidrat, protein hewani dan nabati serta buah-buahan.
“Kalau kita lihat disini menu SD 51 Kendari, itu karbohidratnya kita bisa dapatkan dari Bolu. Kemudian protein hewaninya justru ada telur dan dari buahnya ini dibikin variasi puding dan kemungkinan disini ada tambahan protein didalamnya dan disini ada tambahan susu,” ujar Maharanny.
Begitupun dengan SMP negeri 10 Kendari, ia menyebut, menu MBG ini telah memiliki karbohidrat bersumber dari roti, protein hewani dari abon dan kripik tempe.
“Jadi pada dasarnya, apa yang disampaikan mungkin yang kekurangan di SDN 51 ini karna komponen protein nabatinya dia tidak ditampakan secara langsung,” tambahnya.
Selain itu, ia menjelaskan menu tersebut diberikan sesuai dengan takaran gizi setiap siswa yang sebelumnya telah dilakukan proses penimbangan dari tenaga ahli gizi.
Ia mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi atas pelaksanaan program tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah apabila terdapat kekurangan dalam penyajian maupun komunikasi kepada masyarakat.
“Tapi ini kami sudah evaluasi juga. Makanya kami juga sudah sampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah,” pungkasnya. (**)
Comment