EDISIINDONESIA.id – Pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Pemerintah telah menyiapkan skema Bantuan Pangan, terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Program bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 35,04 juta KPM, dengan estimasi anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
Penyaluran bantuan pangan ini akan diserahkan sekaligus untuk jatah dua bulan pada awal Ramadan.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga selama masa Idulfitri.
Pemerintah secara reguler memberikan dukungan bagi seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dalam memanfaatkan setiap momentum HBKN.
Melalui peluncuran Program Stimulus Ekonomi ini, diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap program ini mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Lebaran Idulfitri terbukti di periode yang lama, termasuk Nataru meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal keempat yang kemarin sampai dengan 5,39 persen,” ujar Airlangga, dikutip Kamis (12/2).
Selain bantuan pangan, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif transportasi menjelang lebaran.
Menko Airlangga mengungkapkan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dalam setiap periode HBKN, termasuk peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah.
Diskon tarif transportasi tersebut diharapkan dapat kembali meningkatkan mobilitas masyarakat selama periode HBKN.
“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idulfitri 2025 itu mencapai 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 juta, dan secara year on year, di tahun 2025 itu 5,11 persen, dan pada Desember penyumbang wisman 1,41 juta dan wisnus 105,98 juta,” beber Airlangga. (edisi/jpnn)
Comment