AirAsia Mulai Layani Penerbangan dari Sultra Mulai 7 Maret 2026

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra). Maskapai Indonesia AirAsia dipastikan akan mulai melayani penerbangan dari Sultra pada Sabtu (7/3/2026) mendatang.

Operasional penerbangan AirAsia akan dilaksanakan melalui Bandar Udara Haluoleo yang berlokasi di Kelurahan Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Rute utama yang dibuka yakni Kendari (KDI)–Makassar (UPG) dengan frekuensi dua kali penerbangan setiap hari.

Dari Makassar, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota lain, seperti Surabaya dan Palu. Selain itu, AirAsia juga membuka akses penerbangan internasional dari Kendari menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dengan transit di Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin, mengatakan pembukaan rute ini merupakan wujud komitmen maskapai dalam menghadirkan konektivitas udara yang lebih luas dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di Sultra.

“Makassar kami jadikan sebagai hub transit agar penumpang dari Kendari memiliki lebih banyak pilihan tujuan, baik di Sulawesi, Pulau Jawa, maupun rute internasional, terutama ke Kuala Lumpur dan kawasan Asia Tenggara,” ujar Captain Achmad saat Agent dan Media Gathering di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (9/2/2026).

Ia menyebutkan, kehadiran rute baru ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha, wisatawan, hingga perjalanan dinas pemerintahan. Dari sisi tarif, AirAsia menawarkan harga yang kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.

Untuk rute Kendari–Makassar, tiket dipatok sekitar Rp600 ribu. Sementara Kendari–Palu berkisar Rp700 ribu. Adapun rute internasional Kendari–Makassar–Kuala Lumpur berada di kisaran Rp1,9 juta.

Captain Achmad menjelaskan, Kendari dipilih sebagai rute baru karena posisinya yang strategis sebagai pintu masuk peningkatan kunjungan wisatawan di Sultra. Selain itu, perkembangan Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi dinilai cukup pesat dan menjanjikan dari sisi ekonomi.

“Surabaya merupakan pusat ekonomi di Pulau Jawa, sedangkan Palu terus berkembang sebagai destinasi potensial di Sulawesi,” tambahnya.

Melalui penguatan jaringan penerbangan ini, AirAsia berharap dapat mendorong mobilitas masyarakat, memperkuat sektor pariwisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Sultra dan wilayah sekitarnya. (**)

Comment