Kurang Vitamin D Bukan Masalah Sepele: Risiko Stunting, Autisme, hingga Alergi Mengintai Anak

EDISIINDONESIA.id – Dokter Spesialis Anak, Caessar Pronocitro menyoroti pentingnya Vitamin D bagi kesehatan anak.

Dokter Caessar memperingatkan dampak serius yang timbul jika anak mengalami defisiensi vitamin tersebut.

Menurut Dokter Caessar, kekurangan Vitamin D tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti stunting, obesitas, autisme, hingga munculnya alergi.

Selain itu, defisiensi juga berisiko menyebabkan penyakit tulang lunak pada anak, yang biasanya ditandai dengan gejala fisik, seperti kelemahan otot.

Dokter Caessar menekankan peran Vitamin D sangat krusial, karena mempengaruhi aspek fisik hingga sistem pertahanan tubuh.

“Vitamin D memiliki peran efikasi yang sangat penting bagi anak, mulai dari membantu penyerapan kalsium dan fosfor untuk membentuk tulang yang kuat serta mencegah tulang lunak, hingga meningkatkan fungsi sistem imun sehingga anak lebih tahan terhadap infeksi saluran napas berulang,” kata Dokter Caessar menjelaskan di Sudirman, Jakarat Selatan, baru-baru ini.

Terlebih dari itu, Dokter Caessar menjelaskan manfaat Vitamin D tidak hanya terbatas pada kesehatan tulang dan daya tahan tubuh semata.

Zat ini turut berkontribusi signifikan pada perkembangan otak anak, terutama fungsi kognitif dalam pembentukan dan perlindungan sel saraf.

Dari sisi kesehatan metabolik, Vitamin D mendukung pengaturan sensitivitas insulin yang penting untuk menjaga metabolisme glukosa dalam jangka panjang.

Guna menghindari dampak buruk defisiensi, Dokter Caessar memaparkan berbagai cara yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan kadar Vitamin D pada anak.

Bagi anak-anak yang sudah lebih besar, pemenuhan kebutuhan nutrisi ini dapat diupayakan melalui asupan makanan sehari-hari.

Makanan yang disarankan yakni jenis pangan yang mengandung Vitamin D tinggi, seperti ikan salmon, tuna, mackerel, minyak ikan, keju, jamur shiitake, dan sereal.

Sementara itu, Metode pemenuhan kebutuhan vitamin D sedikit berbeda untuk bayi, terutama yang berusia 0 hingga 12 bulan.

Untuk kelompok usia bayi ini, Dokter Caessar menyarankan pemberian suplementasi secara rutin, dengan dosis yang dianjurkan sebanyak 400 hingga 600 IU per hari.

“Pemenuhan vitamin D sejak dini menjadi salah satu fondasi utama bagi tumbuh kembang anak yang sehat, kuat, dan optimal,” papar Dokter Caessar. (edisi/jpnn)

Comment