Identifikasi Molekular Ikan sebagai Usaha Awal Pembuatan DNA Barcode Ikan-ikan di Kendari

Oleh: Prof. Dr. Suriana, M.Si

Hasil penelitian tentang jumlah spesies ikan laut adalah 19.800, dan dari jumlah tersebut 21% belum teridentifikasi (Mora et.al 2008). Hal ini bukanlah masalah baru. Kita masih kekuarangan ahli taksonomi hewan termasuk ikan.

Satu contoh ikan tuna, ikan layang, ikan putihyang sehari-hari kita lihat, kita makan sebagai menu utama maupun campuran jajanan sehari-hari, misalnya dalam bentuk bakso ikan, kerupuk ikan, file ikan, dan beragam makan lainnya, dasarnya nama-nama ikan tersebut menunjukkan nama kelompok, bukan nama speseis. Lalu apa pentingnya nama spesies? Identitas spesies?

Seringkali kita mendengar kata apalah arti sebuah nama. Kata-kata ini tidak bisa diterapkan dalam dunia hewan (ikan) apalagi ikan yang memiliki nilai ekonomis penting, sebab ikan yangberbeda, memiliki cita rasa berbeda pula; memiliki nilai gizi berbeda, yang pada akhirnya tentu memiliki harga jual yang berbeda.

Fenomena ini memberi potensi pemalsuan identitas ikan. Oleh karena itu Tim Penelitian Dasar Internal UHO membuat identifikasi molekuler ikan, khususnya ikan pelagis yang didaratkan dipendaratan Sodoho Kendari Sulawesi Tenggara. Maaf bagi orang awam mungkin berpikir, “waduh apa pula ini?”

Pentingnya identifikasi molekuler

Identifikasi/cara penegenalan, pemberian nama, kemudian pengelompokan hewan (ikan), katakanlah begitu, yang kita kenal selama ini, berdasarkan perbedaan-perbedaan ataupun persamaan morfologi yang dapat diamati kasat mata.

Misalnya kita mengenal dan membedakan ikan cakalan dengan ikan bang kumis (bahasa orang di Kendari, ikan medidihan dalam bahasa Indonesia). Keduanya merupakan ikan tuna, dibedakan karena perbedaan ukuran, bentuk tubuh, sirip dan corak yang ada pada kulitnya. Selain itu dagingnya pun berbeda, cita rasa dagingnya berbeda, dan sebagain orang beranggapan bahwa ikan tuna lebih lezat dari pada ikan cakalang, sehingga nilai jual ikan tuna lebih mahal daripada ikan cakalang.

Masalahnya timbul ketika daging kedua ikan tersebut diperdagangkan dalam bentuk tidak utuh sehingga tidak dapat dilihat ciri-ciri morfologinya, sudah tidak utuh, anggap saja sudah dalam bentuk file, kerupuk, bakso, somay atau makanan lainnya. Karena ikan bang kumis nilainya lebih tinggi dari ada ikan cakalang, potensi pemalsuan bisa terjadi.

Masalah serupa juga bisa terjadi berdasarkan tinjauan bio-ekologisnya. Setiap ikan memiliki peran ekologi berbeda, dengan demikian keberadaan dan kelimpahannya merupakan faktor yang penting untuk diketahui, demi konservasi ikan tersebut. Dibutuhkan identitas pasti dan mudah untuk mengenal dan membedakan ikan-ikan tersebut. Butuh pengetahuan khusus dan tentu butuh waktu yang banyak.

Masalah ini tertangani sejak adanya usaha para peneliti yang bekerja di Barcode of Life Initiative melakukan identifikasi molekuler semua spesies secara terstandarisasi dalam skala global yang mempercepat identifikasi hewan (ikan). Teknik ini sekarang yang digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan kecil antara spesies dan dikenal sebagai DNA Barcode, yaitu segmen pendek gen Cytohrome Oxydase Bubunit I (COI), sebagai marka pengenal.

Kami Tim Penelitian Dasar UHO, saya Prof. Suriana, M.Si, sebagai ketua Tim, dibantu dua orang mahasiswa Biologi melakukan identifikasi molekuler ikan pelagik asal Kendari, menggunakan Gen COI, proses utama adalah mengekstraksi DNA sampel ikan, khususnya ikan pelagis. Kemudian melakukan perbanyakan gen COI, dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan disekuensing.

Perbedaan setiap sekuen menjadi pembeda antar ikan. Semua hasil penelitian ini telah tersubmit di GenBank dengan nomor akses masing: PX480743 ( ikan bang kumis ;Thunnus albacares), PX474369 (cakalang; Katsuwonus pelamis, PX474482 (ikan tongkol; Auxis thazard), PX474479 (barakuda; Sphyraena qenie). PX480763 (ikan putih; Alectis ciliaris), PX480759 (ikan selar; Selar boops), dan PV185774.1 (ikan layang; Decapterus macrocellus).

Semoga hasil penelitian ini bisa dijadikan dasar pengenalan dan pembuatan katalog ikan-ikan
yang ada di Kendari. Aamiin. (*)

Comment