24 Tahun Mangkrak, Dari Keluhan Jadi Kenyataan: Kolaborasi Dahsyat Atasi Masalah Jalan Lambuya-Motaha

KONAWE, EDISIINDONESIA.id– Penantian panjang selama 24 tahun warga Lambuya dan Motaha akhirnya menemui titik terang. Jalan poros yang selama ini menjadi mimpi, kini mulai dikerjakan berkat kolaborasi apik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), dan PT Modern Cahaya Makmur (MCM).

Suara gemuruh alat berat yang meratakan jalan di Desa Tanggobu, Kecamatan Lambuya, menjadi melodi indah bagi warga. Puluhan tahun mereka hidup dengan debu di musim kemarau dan lumpur di musim hujan. Kini, harapan akan jalan yang layak bukan lagi sekadar angan-angan.

Joni, seorang warga Desa Tanggobu, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, berkat Bapak Bupati Konawe, jalan kami akhirnya diperbaiki,” ujarnya dengan mata berbinar.

Perjuangan mewujudkan jalan ini tidaklah mudah. Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, mengambil inisiatif dengan menemui langsung Gubernur Sultra untuk mencari solusi.

Pertemuan tersebut membuahkan hasil, dengan difasilitasi oleh Pemkab Konawe melalui Dinas PU, beberapa opsi pendanaan diajukan. Akhirnya, dukungan dari PT MCM menjadi solusi paling realistis.

Bagi masyarakat, dukungan PT MCM bukan sekadar tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ini adalah jawaban atas doa-doa yang selama ini dipanjatkan.

Rasdin, warga Desa Meraka yang pernah menjadi penggerak blokade jalan, menyaksikan langsung proses panjang ini.

“Dalam pertemuan dengan Bupati dan Gubernur, disepakati untuk membuka ruang kolaborasi. PT MCM hadir menjawab kebutuhan itu. Alhamdulillah, proyek ini bisa berjalan,” ungkapnya.

Proyek jalan ini dikerjakan dalam tiga tahap, masing-masing sepanjang 3 kilometer. Tahap pertama sedang berjalan, dan warga optimis ini adalah awal dari perubahan besar.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan sektor swasta dapat menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi masyarakat.

Bupati Konawe berperan aktif membuka diskusi dan mendorong percepatan solusi. Gubernur Sultra menjadi mediator yang memfasilitasi pertemuan formal. PT MCM hadir sebagai penyedia pendanaan yang konkret.

Rasdin mewakili masyarakat Lambuya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Kami berterima kasih kepada PT MCM, Bupati Konawe, dan Gubernur Sultra atas kepeduliannya. Kolaborasi ini adalah impian kami selama ini,” tuturnya.

Selama 24 tahun, warga Lambuya hidup dalam kondisi yang memprihatinkan akibat jalan yang rusak. Aktivitas ekonomi dan pendidikan terhambat. Kini, jalan yang sedang dibangun menjadi simbol harapan baru.

Harapan yang lahir dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Di tengah suara alat berat, masyarakat Lambuya melihat masa depan yang lebih baik.(**)

Comment