KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Singapura menjadi inspirasi bagi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dalam mewujudkan tata kelola lingkungan berkelanjutan di Kota Kendari.
Melalui konsep Clean, Green and Blue, negara tersebut berhasil menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian alam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Kursus Pemantapan Pemimpin Daerah (KPPD) 2025, di mana para kepala daerah, termasuk Wali Kota Kendari, mempelajari langsung sistem pengelolaan lingkungan terintegrasi yang diterapkan di Singapura.
Dalam sesi bersama Mr. Colin Goh, Director of Waste Infrastructure Operations & Management Division di National Environment Agency (NEA) Singapore, peserta memperoleh wawasan tentang inovasi pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular di tengah keterbatasan lahan.
“Jika tingkat pembuangan seperti saat ini berlanjut, TPA Semakau akan mencapai kapasitas maksimum pada tahun 2035,” ujarnya.
Ia menjelaskan keberhasilan Singapura didukung sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat melalui kampanye Say Yes to Waste Less dan Recycle Right.
Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga mengunjungi TuasOne Waste-to-Energy Plant, fasilitas pengolahan sampah modern berkapasitas 3.000 ton per hari yang mampu mengurangi volume sampah hingga 90 persen.
Usai kunjungan, Wali Kota Kendari menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi inspirasi dalam memperkuat kebijakan dan inovasi pengelolaan lingkungan di daerah.
“Kami melihat bagaimana disiplin, teknologi, dan kesadaran publik berpadu menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi kami untuk memperkuat arah pembangunan Kendari agar tidak hanya tumbuh, tetapi juga hijau dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kendari berkomitmen mengadopsi prinsip keberlanjutan dalam pembangunan kota menuju masa depan Kendari yang semakin maju.(**)
Comment