KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua melepas peserta Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) 2025, yang digelar di pelataran MTQ Kota Kendari, Minggu (3/8/2025).
Kegiatan ini menjadi rangkaian puncak peringatan World Hepatitis Day di Sulawesi Tenggara. Wakil Gubernur melepas ribuan peserta jalan sehat.
Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh masyarakat umum, tenaga kesehatan, serta para dokter spesialis, sebagai bentuk kampanye peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit hepatitis, khususnya hepatitis B dan C yang masih menjadi masalah kesehatan global.
Ketua Panitia dr. Cahya dalam laporannya menyampaikan bahwa tema Hari Hepatitis Sedunia 2025 adalah “Bergerak Bersama Putuskan Penularan Hepatitis”.
Tema ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan hepatitis secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut dr. Cahya, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyuarakan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan hepatitis demi mewujudkan Sulawesi Tenggara bebas hepatitis.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hepatitis, khususnya hepatitis B dan C yang sering luput dari perhatian namun dapat menimbulkan masalah kesehatan serius seperti sirosis dan kanker hati.
Sebagai bentuk layanan kepada masyarakat, panitia juga menyediakan pemeriksaan hepatitis B secara gratis untuk 200 orang peserta.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung kegiatan peringatan Hari Hepatitis Sedunia (World Hepatitis Day) 2025 di Kota Kendari.
“Hari ini kita semua sehat, para dokter spesialis, insan kesehatan, dan seluruh masyarakat yang ikut bergerak bersama dalam jalan sehat ini. Kita baru saja melaksanakan gerak jalan santai, yang menjadi simbol kebersamaan kita dalam menjaga kesehatan. Olahraga harus menjadi gaya hidup atau lifestyle kita. Saya membayangkan Sulawesi Tenggara ke depan, masyarakatnya setiap hari berolahraga tanpa harus dipaksa. Ini adalah kebiasaan sehat yang harus kita budayakan,” ujarnya.
Wagub juga menyampaikan bahwa seharusnya Gubernur Sultra hadir dalam kegiatan ini, namun berhalangan karena sedang bertugas di Jakarta. “Beliau menitip pesan agar saya mewakili dan menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya pencegahan hepatitis di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur memaparkan fakta terkait bahaya penyakit hepatitis yang menjadi perhatian dunia.
“Saudara-saudara sekalian, hepatitis adalah penyakit serius. Virus hepatitis kronis menyebabkan 1,3 juta kematian setiap tahun, atau setara 3.500 kematian per hari. Penyakit ini diam-diam menggerogoti tubuh manusia, dengan 6.000 infeksi baru setiap hari. Jika sudah menimbulkan komplikasi seperti sirosis atau kanker hati, pengobatannya sulit dan mahal. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini sangat penting dilakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, hepatitis B sering kali tidak menampakkan gejala hingga sudah terjadi komplikasi.
“Hepatitis B ini baru terasa ketika sudah komplikasi. Jika belum, virus ini tidak nampak pada tubuh kita. Karena itu, kita semua harus waspada. Hari ini panitia telah menyediakan pemeriksaan gratis bagi sekitar 200 orang. Saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dan terus melakukan pemeriksaan secara berkala,” ucap Hugua.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur juga mengingatkan cara penularan hepatitis yang hampir sama dengan HIV/AIDS.
“Hepatitis dapat menular melalui kontak fisik yang dalam, serta dari ibu kepada anak saat persalinan. Jadi, ini bukan penyakit keturunan, tetapi penyakit menular. Karena itu, semua orang, terutama generasi muda, harus memeriksakan diri sedini mungkin. Jangan menunggu sampai sakit, karena biaya pengobatan jauh lebih mahal daripada pencegahan,” katanya.
Hugua menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya pencegahan hepatitis di Sultra.
Di akhir arahannya, Wakil Gubernur mengajak semua pihak menjadi agen perubahan untuk menyebarkan informasi kesehatan.
Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama para dokter spesialis dan organisasi profesi kesehatan berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan hepatitis B dan C.
Langkah sederhana seperti pemeriksaan dini dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan hepatitis di Sultra.(**)
Comment