Buka Matsama MAN 1 Kendari, Kakanwil: Momentum Pengenalan Visi Misi dan Budaya Prestasi Madrasah

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, Muhamad Saleh membuka kegiatan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) MAN 1 Kendari Tahun Ajaran 2025/2026.

Muhamad Saleh mengatakan, kegiatan MATSAMA bukan sekadar seremonial penyambutan siswa baru, namun merupakan langkah awal dalam membentuk karakter, budaya belajar dan semangat kebersamaan di lingkungan Madrasah.

“MATSAMA menjadi momentum penting untuk mengenalkan visi-misi Madrasah, nilai-nilai keislaman dan budaya prestasi yang melekat kuat di MAN 1 Kendari,” ungkap Saleh.

Dirinya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar MAN 1 Kendari yang secara konsisten melaksanakan MATSAMA dengan semangat edukatif dan humanis, tanpa adanya praktik perundungan, kekerasan, ataupun kekerasan fisik maupun verbal.

“Kalian adalah generasi penerus, calon pemimpin masa depan. Menjadi bagian dari MAN 1 Kendari adalah anugerah sekaligus amanah,” ujar Saleh.

Saleh menambahkan, Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk akhlak, etika dan integritas.

Karenanya, Saleh mengajak para siswa baru untuk menjadikan Madrasah sebagai rumah kedua, untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul, cerdas dan berkarakter Islami.

“Madrasah hari ini bukan Madrasah yang tertinggal, tetapi Madrasah yang hebat dan bermartabat, sejajar bahkan melampaui sekolah umum dalam berbagai aspek. Untuk itu, saya berharap kalian aktif, semangat dan terus berprestasi di berbagai bidang, baik akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan,” imbuhnya.

Saleh memastikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus mendorong transformasi Madrasah melalui digitalisasi, penguatan moderasi beragama dan peningkatan kualitas pendidikan.

Dikesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sultra mengimbau para peserta MATSAMA untuk senantiasa mendukung Asta Protas yang digagas oleh Menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar, terutama terkait program ekoteologi di lingkungan masing-masing.

Ekoteologi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam perspektif keagamaan, yang implementasinya dalam bentuk penanaman pohon.

“Semoga MAN 1 Kendari terus menjadi pionir dalam perubahan dan mampu melahirkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” pungkasnya.(**)

Comment