Pancasila sebagai Benteng Ketahanan Nasional, Bupati Konawe Terapkan Strategi Nasional Hadapi Tantangan Global

JAKARTA, EDISIINDONESIA.id– Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, mengikuti Sarasehan Kebangsaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bertema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya” di Gedung Nusantara IV, MPR RI. Sarasehan yang dihadiri 847 peserta, termasuk pimpinan daerah, menekankan pentingnya keselarasan kebijakan lokal dengan strategi nasional dalam menghadapi tantangan global.

Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, mengingatkan betapa pentingnya Pancasila sebagai perekat persatuan dalam keberagaman Indonesia. Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, menyatakan sarasehan ini sebagai wadah dialog lintas sektor untuk memperkuat ketahanan bangsa.

Diskusi yang intensif melibatkan berbagai kementerian:

  • Kemenko Polhukam: Menganalisis ancaman keamanan nasional di tengah persaingan negara-negara adidaya.
  • Kemenlu: Membahas strategi diplomasi Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.
  • Kemenko Perekonomian & Kemenkeu: Mengajukan pendekatan ekonomi berbasis Pancasila untuk menghadapi disrupsi global.

Bupati Yusran Akbar berkomitmen untuk menerapkan strategi yang dipelajari dalam konteks Konawe. Langkah konkret yang akan diambil meliputi penguatan pendidikan Pancasila dan penyelarasan kebijakan daerah dengan kebijakan pusat. Beliau juga berencana menyelenggarakan forum serupa di tingkat kabupaten, yang melibatkan akademisi, pemuda, dan tokoh masyarakat.

Sarasehan ini dinilai sangat penting mengingat dampak perubahan geopolitik global yang semakin terasa hingga ke daerah. Bupati Yusran Akbar menyatakan, “Banyak pembelajaran berharga yang kami peroleh, khususnya langkah-langkah menghadapi perubahan global dengan berpedoman pada Pancasila.”

Kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara, menteri kabinet, gubernur, dan 514 bupati/wali kota se-Indonesia pada acara ini menegaskan kembali peran sentral Pancasila sebagai pedoman bangsa dalam menghadapi tantangan geopolitik yang semakin kompleks.(**)

Comment