KONKEP, EDISIINDONESIA.id- Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Pemkab Konkep) kembali sukses menggelar Festival Mekoloro, sebuah perhelatan memancing berskala besar yang telah menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Konkep ke-12.
Berlangsung meriah selama tiga hari, dari tanggal 18 hingga 20 April 2025, festival yang bertema “Kolaborasi Bangun Generasi Hebat untuk Wawonii Emas Berkelanjutan” ini telah berhasil menarik minat 342 peserta angler dari berbagai penjuru, membuktikan daya tariknya sebagai ajang unjuk kemampuan dan promosi pariwisata.
Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, dengan penuh semangat membuka festival di Langara pada Jumat (18/4/2025).
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya Festival Mekoloro sebagai strategi efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata dan perikanan Konkep.
“Event ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga jembatan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama para angler, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda perekonomian daerah,” tegas Bupati Rifqi.
Beliau menambahkan bahwa dampak ekonomi yang diharapkan meliputi peningkatan aktivitas belanja bahan pangan dan kebutuhan lainnya oleh para peserta dan pengunjung festival.
Festival Mekoloro 2025 diikuti oleh 62 tim yang berasal dari tiga provinsi: Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Partisipasi yang tinggi ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap festival ini. Rincian peserta dari Sulawesi Tenggara meliputi 39 tim dari Kota Kendari, 2 tim dari Konawe, 2 tim dari Konsel, 1 tim dari Bombana, 3 tim dari Kolaka, dan 9 tim dari Konkep sendiri.
Sulawesi Selatan diwakili oleh 1 tim dari Makassar, sementara Sulawesi Tengah mengirimkan 3 tim dari Morowali.
Ketua Panitia Festival Mekoloro, Mahmud, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kelancaran acara.
Ia juga menjelaskan bahwa festival ini terdiri dari dua kategori lomba: Mekoloro Modern dan Mekoloro Tradisional.
Kategori Mekoloro Tradisional sendiri diikuti oleh 70 tim yang terdiri dari 287 peserta, mewakili 7 kecamatan di seluruh Konkep. Hal ini menunjukkan partisipasi yang merata dari seluruh wilayah Konkep.
Kata “Mekoloro”, yang berasal dari bahasa Wawonii, berarti “memancing”. Festival ini, selain sebagai ajang kompetisi, juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal Wawonii kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah. Keberhasilan Festival Mekoloro 2025 diharapkan dapat menjadi momentum untuk pengembangan lebih lanjut sektor pariwisata dan perikanan di Konkep, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pemkab Konkep berkomitmen untuk terus menyempurnakan dan mengembangkan Festival Mekoloro agar menjadi event yang semakin besar dan berdampak positif bagi masyarakat Konawe Kepulauan.(**)
Comment