KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) akan segera menentukan pemimpin baru. Herry Asiku, Ketua DPD I Golkar Sultra, berpeluang besar mempertahankan posisinya, didukung oleh Ketua DPD II Golkar Konawe Selatan, Irham Kalenggo, dan Ketua DPD II Golkar Konawe Utara, Satria.
Dukungan ini memberikan kans kuat bagi Wakil Ketua DPRD Sultra tersebut.
Pengamat politik Universitas Halu Oleo, Najib Husain, menilai Herry Asiku memiliki peluang, namun perlu peningkatan perolehan kursi Golkar di DPRD kabupaten/kota dan provinsi. Hal ini membutuhkan konsolidasi partai yang kuat hingga ke akar rumput.
Najib menekankan pentingnya target perolehan kursi yang lebih tinggi dan konsolidasi yang lebih efektif sebagai catatan kritis bagi Herry Asiku jika terpilih kembali.
Najib mengakui kepemimpinan Asiku dalam menjaga stabilitas partai dan eksistensinya di tengah dinamika politik Sultra yang kompetitif. Posisinya di DPRD memberikan akses politik luas dan jejaring kuat, baik vertikal maupun horizontal.
Namun, kritik yang sering muncul adalah kurangnya eksposur di akar rumput karena fokus pada tugas kedewanan. Penguatan komunikasi politik dan struktur partai yang lebih menyeluruh dapat mengatasi hal ini.
Najib menyoroti pentingnya peran Ketua Golkar Sultra dalam menjaga kekuatan partai, tidak hanya di legislatif, tetapi juga dalam kontestasi politik daerah.
Kepemimpinan mendatang perlu lebih aktif membina jaringan hingga tingkat desa.
Di bawah kepemimpinan Herry Asiku, Golkar Sultra mempertahankan eksistensinya sebagai kekuatan politik utama. Soliditas partai dan perwakilan signifikan di legislatif menjadi bukti keberhasilannya.
Kader senior menilai Asiku konsisten menjaga marwah partai, loyal terhadap DPP, dan mampu menjalin komunikasi baik dengan berbagai elemen politik.
Pengurus DPD II Golkar berharap Musda XI menjadi momentum konsolidasi, bukan konflik, demi menghadapi agenda politik mendatang. Mereka menilai Herry Asiku mampu menyatukan kekuatan internal partai.(**)
Comment